Anaknya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit selama tiga hari. Setelah kondisinya membaik, anak tersebut kini telah kembali bersekolah.
Nuriah berharap kejadian yang dialami para siswa dapat menjadi bahan evaluasi sehingga ke depan tidak ada lagi anak yang mengalami kejadian serupa.
Dalam kunjungan itu, Gibran dan Ahmad Luthfi juga menyapa sejumlah siswa yang terdampak. Salah satunya Faiz Fatih Ardani, siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan.
Faiz mengatakan kondisinya kini telah membaik meski masih menjalani masa pemulihan. Ia berharap pengelolaan program MBG dapat diperbaiki sehingga program tersebut tetap berjalan.
“Semoga itu program MBG bisa diperbaiki dan dilanjutkan,” katanya.
Harapan yang sama disampaikan As'ad Arif Nurul Munji, siswa kelas 6 SD Negeri Pasusukan yang turut terdampak.
“Tetap dilanjutkan, diperbaiki,” ujarnya.
Berdasarkan data dari SD Negeri Pasusukan, sebanyak 26 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 terdampak. Selain siswa, terdapat tujuh orang lainnya yang ikut terdampak, termasuk kepala sekolah.
Para korban mulai merasakan gejala secara bervariasi sejak Rabu, 23 September 2026. Kepala SD Negeri Pasusukan Maryana menjelaskan, munculnya gejala tidak berlangsung bersamaan setelah makanan MBG dikonsumsi.
Makanan tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB dan kemudian dikonsumsi para siswa sekitar pukul 09.00 WIB ketika jam istirahat. Namun, keluhan kesehatan baru dirasakan beberapa jam setelah makanan tersebut dikonsumsi.