Konten Semarang
Nasional

Gibran dan Ahmad Luthfi Temui Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang

Gibran dan Ahmad Luthfi menemui korban dugaan keracunan MBG di Batang. Warga berharap program tetap berjalan dengan tata kelola lebih baik.!

Gibran dan Ahmad Luthfi menemui korban dugaan keracunan MBG di Batang
Gibran dan Ahmad Luthfi menemui korban dugaan keracunan MBG di Batang

KONTENSEMARANG.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan dugaan MBG yang menyebabkan sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan di Kabupaten Batang, Senin, 28 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Ahmad Luthfi mendatangi tiga lokasi, yakni RSUD Limpung, Puskesmas Bawang, dan SD Negeri Pasusukan Bawang. Saat berada di Puskesmas Bawang, Wakil Presiden mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi warga.

Pada saat peninjauan berlangsung, sebanyak delapan korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Bawang. Mereka terdiri atas empat orang dewasa dan empat orang usia pelajar. Salah satu pasien tersebut baru datang untuk mendapatkan perawatan pada Senin pagi, 28 September 2026.

Gibran dan Ahmad Luthfi tiba di Puskesmas Bawang sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, keduanya telah meninjau penanganan sekaligus berdialog dengan korban di RSUD Limpung.

Setibanya di Puskesmas Bawang, Gibran dan Ahmad Luthfi bersama Bupati Batang M Faiz Kurniawan langsung menuju Ruang Anggrek, Dahlia, dan Mawar. Di ruangan tersebut, mereka menemui sejumlah korban yang masih menjalani perawatan.

Usai dari Puskesmas Bawang, Wakil Presiden dan Gubernur Jawa Tengah melanjutkan kunjungan ke SD Negeri Pasusukan. Di sekolah tersebut, keduanya berdialog dengan para wali murid yang terdampak.

Dalam pertemuan itu, para wali murid tidak menghendaki program MBG dihentikan. Mereka justru berharap program tersebut tetap dilaksanakan dengan tata kelola yang lebih baik.

Salah seorang wali murid, Nuriah, menyampaikan keluhan sekaligus harapannya mengenai pelaksanaan program MBG ke depan.

Menurut Nuriah, Gibran juga menyampaikan keinginan untuk melakukan perbaikan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah Bawang, Batang.

Perbaikan tata kelola tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Nuriah mengatakan kondisi anaknya saat ini sudah membaik, tetapi pengalaman yang dialami masih meninggalkan trauma.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 4

Artikel Selanjutnya

BGN Temukan 950 Dapur MBG Bermasalah, Terancam Ditutup Permanen
Nasional • 08 Agustus 2026

BGN Temukan 950 Dapur MBG Bermasalah, Terancam Ditutup Permanen

Rekomendasi Redaksi