Pemprov Jateng Kaji Geologi Lahan Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal
Pemprov Jateng Kebut Relokasi Korban Tanah Gerak Tegal
KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat proses relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, dengan melakukan kajian geologi terhadap sejumlah calon lahan hunian sementara (huntara). Langkah ini dilakukan untuk memastikan lokasi yang dipilih aman sebelum pembangunan dimulai.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengatakan asesmen geologi tengah dilakukan pada empat titik, yakni tiga calon lahan relokasi dan satu lokasi pondok pesantren milik Perhutani yang direncanakan menjadi tempat relokasi.
“Kami sedang melakukan asesmen geologi terhadap empat lokasi, terdiri dari tiga calon lahan relokasi dan satu lokasi pondok pesantren eksisting milik Perhutani yang direncanakan menjadi tempat relokasi,” ujar Agus, Selasa (20/2/2026).
Kajian tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi bencana, sekaligus merespons permintaan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal.
Tiga lahan yang dikaji berada di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, dengan luas masing-masing sekitar 3,2 hektare, 5 hektare, dan 10 hektare. Proses kajian diperkirakan berlangsung minimal tiga hari untuk menilai stabilitas tanah dan kelayakan pembangunan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, menyampaikan penanganan pengungsi masih terus dilakukan. Saat ini tercatat 596 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak dan menempati sembilan titik pengungsian.
“Pelayanan kebutuhan dasar warga terus berjalan. Saat ini terdapat empat dapur umum yang melayani para pengungsi, disiapkan oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi,” katanya.
Relokasi akan dilaksanakan bertahap setelah lahan dinyatakan layak. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum provinsi dan kabupaten juga dilakukan untuk menyiapkan alat berat guna pembersihan dan perataan lahan.
Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi memastikan pemerintah menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap bagi warga terdampak, termasuk kepastian sertifikat kepemilikan.
“Sertifikat nanti akan diurus. Ibu Bapak tidak perlu khawatir, akan dapat rumah berikut sertifikatnya,” ujarnya. (*)
redaksi