Konten Semarang
Regional

Investasi Rp9,7 Triliun Segera Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Ungkap Kepercayaan Investor

Jawa Tengah segera menarik investasi Rp9,7 triliun dari investor asing, didukung kerja sama Vietnam dan pengembangan kawasan industri.

Investasi Rp9,7 Triliun Segera Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Ungkap Kepercayaan Investor
Investasi Rp9,7 Triliun Segera Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Ungkap Kepercayaan Investor

KONTENSEMARANG.COM – Jawa Tengah segera mendapatkan tambahan investasi senilai Rp9,7 triliun dari sejumlah investor mancanegara, termasuk Vietnam dan beberapa negara lainnya. 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut realisasi investasi tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama internasional.

Salah satu langkah yang membuka peluang investasi tersebut adalah kerja sama sister province antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Quang Ninh, Vietnam.

Ahmad Luthfi menjelaskan, minat investor untuk menanamkan modal di Jawa Tengah didukung sejumlah keunggulan daerah.

Di antaranya situasi wilayah yang kondusif, kemudahan dan kecepatan proses perizinan, ketersediaan infrastruktur, serta kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing.

Berbagai faktor tersebut dinilai menjadi modal penting dalam meyakinkan investor untuk mengembangkan usahanya di Jawa Tengah.

"Tidak mudah mendapatkan Rp9,7 triliun dalam beberapa hari. Investasi ini bisa didapatkan karena ada kepercayaan. Jadi kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi," kata Luthfi saat ditemui di Semarang pada Senin, 2 November 2026.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah mengirimkan tim ke Vietnam untuk mengikuti agenda yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut.

Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menjajaki kerja sama sister province dengan Provinsi Quang Ninh serta memperkenalkan berbagai peluang perdagangan, pariwisata, dan investasi atau trade, tourism, and investment (TTI) yang dimiliki Jawa Tengah.

"Kami menawarkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata Jawa Tengah, kemudian penandatanganan business to business. Kami juga sudah bertemu langsung dengan calon investor yang akan investasi di Jawa Tengah," jelasnya.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, pemerintah berhasil memperoleh sejumlah kesepakatan awal yang dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) dan letter of intent (LoI).

Salah satu rencana investasi berasal dari perusahaan garmen berskala besar yang akan menanamkan modal sekitar Rp4,6 triliun di Jawa Tengah. Perusahaan tersebut dijadwalkan memulai pembangunan atau groundbreaking pada Desember 2026.

Peluang lainnya datang dari perusahaan asal Vietnam yang berencana memperluas kegiatan industrinya di Jawa Tengah.

Perusahaan yang bergerak di bidang produksi sepatu, tas kulit, dan minyak wangi itu sebelumnya telah memiliki fasilitas usaha di Jepara dan kini berencana melakukan ekspansi ke wilayah lain dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun.

Selain itu, terdapat perusahaan asal Tiongkok yang berencana memindahkan lokasi usahanya ke Jawa Tengah. Rencana relokasi tersebut diperkirakan membawa investasi senilai Rp2,17 triliun.

"Bidang pemerintahan dapat, promosi pariwisata dapat, investor totalnya dapat Rp9,7 triliun. Sudah ada yang tanda tangan kontrak, ada juga yang baru letter of intent," ungkapnya.

Tidak hanya mengejar masuknya modal asing, Pemprov Jawa Tengah juga berencana mengadopsi sejumlah strategi pengembangan industri yang diterapkan Vietnam. Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian adalah keterlibatan pemerintah sejak tahap awal pembangunan kawasan industri.

Dalam pola tersebut, pemerintah berperan mengawal seluruh kebutuhan pengembangan kawasan, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, pengurusan perizinan, hingga memastikan ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja yang memadai.

"Ini yang nanti kita coba replikasikan di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang sudah mengajukan kawasan industri baru, ada 3 sampai 4 titik akan kita coba formulakan seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes," katanya.

Melalui strategi tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap semakin banyak kawasan industri yang siap dikembangkan sehingga mampu menarik investor baru, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Dipercepat
Regional • 04 November 2026

Jelang Libur Akhir Tahun, Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Dipercepat

Rekomendasi Redaksi