Konten Semarang
Regional

Pameran MTQ Nasional di Jateng Raup Transaksi Rp2,4 Miliar, UMKM Kian Berkembang

Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng mencatat transaksi Rp2,4 miliar dan kontrak bisnis Rp7,54 miliar dari 150 UMKM selama delapan hari.

Pameran MTQ Nasional di Jateng Raup Transaksi Rp2,4 Miliar, UMKM Kian Berkembang
Pameran MTQ Nasional di Jateng Raup Transaksi Rp2,4 Miliar, UMKM Kian Berkembang

Segar Asem Semarang juga memperoleh kerja sama penyediaan minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta senilai Rp30 juta. Selain itu, kerja sama dengan Oleh-oleh 52 Grup Semarang memiliki nilai Rp1,05 miliar.

Emmy mengatakan, selama pelaksanaan pameran, para pelaku usaha tidak hanya diarahkan untuk melakukan transaksi penjualan.

Mereka juga didorong membangun jaringan bisnis, bertukar kontak, menghimpun database pelanggan, memproduksi konten, serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran.

Peluang pemasaran produk UMKM Jawa Tengah juga terbuka ke pasar internasional. Sejumlah pembeli dari luar negeri disebut menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai produk yang dipamerkan.

Salah satunya buyer asal Brasil yang tertarik membeli 6.460 lembar tikar pandan dengan potensi nilai kontrak sekitar Rp4,56 miliar. Minat terhadap produk UMKM Jawa Tengah juga datang dari calon pembeli asal Nigeria, India, dan Amerika Serikat.

Selama delapan hari penyelenggaraan, pameran tersebut tercatat dikunjungi sekitar 80.000 orang. Jumlah pengunjung tetap tinggi hingga malam terakhir kegiatan.

Dari 150 stan yang tersedia, sebanyak 24 stan merupakan perwakilan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno mengatakan capaian transaksi dan kerja sama yang terbentuk selama pameran dapat menjadi pijakan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar,” katanya saat mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Menurut Sumarno, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membantu menciptakan ruang bagi UMKM agar dapat berkembang. Tantangan yang dihadapi pelaku usaha bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memastikan produk tersebut memiliki akses pasar yang lebih luas.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Kabupaten Semarang Role Model Stunting Jateng
Regional • 22 September 2026

Ahmad Luthfi Jadikan Demak dan Kabupaten Semarang Role Model Stunting Jateng

Rekomendasi Redaksi