Konten Semarang
Regional

Taj Yasin Dorong Satu Rumah Satu Sumur Resapan di Jawa Tengah

Taj Yasin luncurkan Gerakan Sopan di Dusun Gertas, Kabupaten Semarang. Lima sumur resapan membantu warga menjaga debit air di musim kemarau.

Gerakan Sopan Diluncurkan, Taj Yasin Ajak Warga Jaga Air Tanah
Gerakan Sopan Diluncurkan, Taj Yasin Ajak Warga Jaga Air Tanah

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong masyarakat untuk menjaga ketersediaan air tanah melalui pembangunan sumur resapan di lingkungan rumah tangga. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Selasa (27/10/2026).

Melalui Gerakan Sopan, masyarakat diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat cadangan air tanah, terutama untuk menghadapi musim kemarau. Program ini mengambil contoh pengalaman warga Dusun Gertas yang telah memanfaatkan sumur resapan sejak 2019.

Taj Yasin menilai upaya yang dilakukan masyarakat Dusun Gertas dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Jawa Tengah dalam menjaga ketersediaan air.

Pasalnya, keberadaan sumur resapan di dusun tersebut telah memberikan manfaat yang dirasakan warga, terutama dalam membantu menjaga kestabilan debit air.

Menurutnya, langkah sederhana yang dimulai dari lingkungan rumah dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita mulai dari Gertas, karena di sini sudah sejak tahun 2019 menerapkan gerakan sumur resapan yang sudah ada manfaatnya,” kata Taj Yasin seusai meninjau lokasi.

Taj Yasin Dorong Gerakan Sumur Resapan dari Rumah

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga cadangan air tanah.

Menurutnya, keberadaan sumur resapan menjadi salah satu upaya yang dapat dikembangkan di lingkungan permukiman untuk mendukung konservasi air.

Pengalaman warga Dusun Gertas menunjukkan bahwa pembangunan sumur resapan dapat dilakukan melalui keterlibatan masyarakat setempat.

Karena itu, Taj Yasin berharap gerakan serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan di Jawa Tengah diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa upaya menjaga ketersediaan air dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dalam peninjauannya, Taj Yasin juga memperhatikan kondisi tanaman di sekitar lokasi.

Ia mencontohkan pohon alpukat yang terus menghasilkan buah sebagai salah satu gambaran kondisi lingkungan yang menurutnya memperoleh manfaat dari upaya menjaga ketersediaan air.

Taj Yasin berharap pengalaman tersebut semakin mendorong masyarakat untuk memperhatikan keberadaan cadangan air tanah.

Melalui gerakan ini, pembangunan sumur resapan di sekitar rumah diharapkan dapat menjadi langkah bersama untuk menjaga lingkungan dan mendukung kebutuhan air masyarakat.

Warga Gertas Rasakan Manfaat Sumur Resapan Sejak 2019

Salah seorang warga Dusun Gertas, Isroudin, mengaku telah merasakan manfaat dari keberadaan sumur resapan yang dibangun di wilayahnya.

Menurutnya, sebelum tersedia sumur resapan, debit air dari sumur bor yang digunakan masyarakat cenderung kecil.

Kondisi tersebut berangsur berubah setelah warga mulai membangun sumur resapan.

Isroudin mengatakan, debit air mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya.

Perubahan tersebut dirasakan membantu masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Alhamdulillah, setelah ada sumur resapan, debit mulai stabil. Jadi, untuk musim kemarau ini sangat mendukung dan menguntungkan bagi masyarakat Dusun Gertas,” kata Isroudin.

Pengalaman warga tersebut menjadi salah satu contoh manfaat sumur resapan bagi cadangan air tanah yang disampaikan dalam kegiatan peluncuran Gerakan Sopan.

Meski demikian, Isroudin menjelaskan bahwa jumlah sumur resapan yang tersedia saat ini masih perlu ditambah untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Lima Sumur Resapan Dibangun Melalui Swadaya Masyarakat

Saat ini, Dusun Gertas telah memiliki lima titik sumur resapan yang tersebar di lingkungan permukiman warga.

Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui swadaya masyarakat dengan dukungan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Semarang.

Setiap sumur resapan memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat setempat dalam menjaga ketersediaan air tanah.

Namun, jumlah sumur yang telah dibangun masih dinilai belum mencukupi kebutuhan pengembangan konservasi air di wilayah tersebut.

Dusun Gertas memiliki sekitar 180 rumah yang terbagi dalam lima rukun tetangga (RT).

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat masih bergantung pada dua sumur bor.

Penggunaan air dari kedua sumur tersebut dilakukan secara bergiliran agar dapat dimanfaatkan warga di setiap RT.

Warga Masih Bergiliran Menggunakan Air Sumur Bor

Isroudin menjelaskan bahwa masyarakat Dusun Gertas masih menerapkan sistem pembagian waktu penggunaan air dari sumur bor.

Setiap RT mendapatkan giliran sekitar dua hingga tiga jam untuk memanfaatkan pasokan air yang tersedia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air masyarakat masih memerlukan perhatian, meskipun keberadaan sumur resapan telah membantu menjaga kestabilan debit air menurut pengalaman warga.

Karena itu, masyarakat berharap pembangunan sumur resapan dapat ditambah.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan air tanah sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Pengalaman Dusun Gertas menjadi salah satu alasan wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi peluncuran Gerakan Sopan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Melalui pengalaman yang telah berlangsung sejak 2019, pemerintah ingin mendorong daerah lain untuk ikut mengembangkan upaya serupa.

Pemprov Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Konservasi Air

Dalam kunjungannya ke Dusun Gertas, Taj Yasin Maimoen juga menyempatkan diri berdialog dengan warga dan kelompok tani setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung terhadap pemanfaatan sumur resapan dan kondisi ketersediaan air di lingkungan masyarakat.

Taj Yasin berharap gerakan yang dimulai dari Dusun Gertas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Tengah mengenai pentingnya menjaga cadangan air tanah.

Keberadaan lima titik sumur resapan di dusun tersebut menjadi contoh upaya yang telah dilakukan warga melalui kerja sama dan swadaya.

Di sisi lain, kebutuhan tambahan sumur resapan serta ketergantungan masyarakat pada dua sumur bor menunjukkan masih adanya pekerjaan yang perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan air.

Melalui Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan, Pemprov Jawa Tengah mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan sumur resapan di sekitar tempat tinggal.

Penguatan konservasi air melalui keterlibatan warga diharapkan dapat membantu menjaga cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau, sekaligus menjadi gerakan yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Tengah. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,21 Persen, Raih Mandaya Award
Regional • 28 Oktober 2026

Mandaya Award 2026, Jateng Raih Penghargaan Penurunan Kemiskinan

Rekomendasi Redaksi