Penggunaan air dari kedua sumur tersebut dilakukan secara bergiliran agar dapat dimanfaatkan warga di setiap RT.
Warga Masih Bergiliran Menggunakan Air Sumur Bor
Isroudin menjelaskan bahwa masyarakat Dusun Gertas masih menerapkan sistem pembagian waktu penggunaan air dari sumur bor.
Setiap RT mendapatkan giliran sekitar dua hingga tiga jam untuk memanfaatkan pasokan air yang tersedia.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air masyarakat masih memerlukan perhatian, meskipun keberadaan sumur resapan telah membantu menjaga kestabilan debit air menurut pengalaman warga.
Karena itu, masyarakat berharap pembangunan sumur resapan dapat ditambah.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan air tanah sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Pengalaman Dusun Gertas menjadi salah satu alasan wilayah tersebut dipilih sebagai lokasi peluncuran Gerakan Sopan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Melalui pengalaman yang telah berlangsung sejak 2019, pemerintah ingin mendorong daerah lain untuk ikut mengembangkan upaya serupa.
Pemprov Jateng Ajak Masyarakat Perkuat Konservasi Air
Dalam kunjungannya ke Dusun Gertas, Taj Yasin Maimoen juga menyempatkan diri berdialog dengan warga dan kelompok tani setempat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung terhadap pemanfaatan sumur resapan dan kondisi ketersediaan air di lingkungan masyarakat.