“Alhamdulillah, setelah ada sumur resapan, debit mulai stabil. Jadi, untuk musim kemarau ini sangat mendukung dan menguntungkan bagi masyarakat Dusun Gertas,” kata Isroudin.
Pengalaman warga tersebut menjadi salah satu contoh manfaat sumur resapan bagi cadangan air tanah yang disampaikan dalam kegiatan peluncuran Gerakan Sopan.
Meski demikian, Isroudin menjelaskan bahwa jumlah sumur resapan yang tersedia saat ini masih perlu ditambah untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Lima Sumur Resapan Dibangun Melalui Swadaya Masyarakat
Saat ini, Dusun Gertas telah memiliki lima titik sumur resapan yang tersebar di lingkungan permukiman warga.
Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui swadaya masyarakat dengan dukungan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Semarang.
Setiap sumur resapan memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat setempat dalam menjaga ketersediaan air tanah.
Namun, jumlah sumur yang telah dibangun masih dinilai belum mencukupi kebutuhan pengembangan konservasi air di wilayah tersebut.
Dusun Gertas memiliki sekitar 180 rumah yang terbagi dalam lima rukun tetangga (RT).
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat masih bergantung pada dua sumur bor.