Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan di Jawa Tengah diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa upaya menjaga ketersediaan air dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Dalam peninjauannya, Taj Yasin juga memperhatikan kondisi tanaman di sekitar lokasi.
Ia mencontohkan pohon alpukat yang terus menghasilkan buah sebagai salah satu gambaran kondisi lingkungan yang menurutnya memperoleh manfaat dari upaya menjaga ketersediaan air.
Taj Yasin berharap pengalaman tersebut semakin mendorong masyarakat untuk memperhatikan keberadaan cadangan air tanah.
Melalui gerakan ini, pembangunan sumur resapan di sekitar rumah diharapkan dapat menjadi langkah bersama untuk menjaga lingkungan dan mendukung kebutuhan air masyarakat.
Warga Gertas Rasakan Manfaat Sumur Resapan Sejak 2019
Salah seorang warga Dusun Gertas, Isroudin, mengaku telah merasakan manfaat dari keberadaan sumur resapan yang dibangun di wilayahnya.
Menurutnya, sebelum tersedia sumur resapan, debit air dari sumur bor yang digunakan masyarakat cenderung kecil.
Kondisi tersebut berangsur berubah setelah warga mulai membangun sumur resapan.
Isroudin mengatakan, debit air mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Perubahan tersebut dirasakan membantu masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau.