Taj Yasin berharap gerakan yang dimulai dari Dusun Gertas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Tengah mengenai pentingnya menjaga cadangan air tanah.
Keberadaan lima titik sumur resapan di dusun tersebut menjadi contoh upaya yang telah dilakukan warga melalui kerja sama dan swadaya.
Di sisi lain, kebutuhan tambahan sumur resapan serta ketergantungan masyarakat pada dua sumur bor menunjukkan masih adanya pekerjaan yang perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan air.
Melalui Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan, Pemprov Jawa Tengah mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan sumur resapan di sekitar tempat tinggal.
Penguatan konservasi air melalui keterlibatan warga diharapkan dapat membantu menjaga cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau, sekaligus menjadi gerakan yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Tengah. (*)