Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares merinci, bantuan yang disalurkan terdiri atas 100 unit rice transplanter, 10 unit combine harvester, 30 unit traktor roda empat, 80 unit hand tractor singkal, 74 unit kultivator, dan 80 unit traktor crawler.
Selain itu, terdapat 100 unit pompa air diesel, 28 unit alat pencacah pupuk organik, serta 1.005 unit handsprayer elektrik. Seluruh peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai tahapan kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga proses pemeliharaan tanaman.
Defransisco menjelaskan, penerapan alsintan berpotensi meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian hingga 40–50 persen. Penggunaan teknologi tersebut juga dapat mengurangi kehilangan hasil selama panen dan pascapanen, dari yang sebelumnya sekitar 10 persen menjadi maksimal 2 persen.
Manfaat mekanisasi turut dirasakan Sutirto, petani dari Kelompok Tani Sri Berkah, Kabupaten Pemalang.
Ia mengaku penggunaan mesin panen padi atau combine harvester membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan hasil gabah yang diperoleh lebih bersih dibandingkan metode panen secara manual.
“Kalau menggunakan combine harvester, satu hektare bisa selesai sekitar satu setengah sampai dua jam,” ucapnya.
Ia membandingkan, proses pemanenan secara tradisional membutuhkan tenaga sekitar 30–40 orang untuk menyelesaikan pekerjaan pada lahan seluas dua pertiga hektare dalam waktu satu hari.
Atas bantuan yang diterima, Sutirto menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Pertanian dan Peternakan. Ia berharap keberadaan mesin panen tersebut dapat mengurangi beban pekerjaan petani sekaligus mempercepat proses panen di daerahnya. (*)