Selanjutnya, tujuh kabupaten/kota di kawasan tersebut didorong untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan, memperkuat konektivitas infrastruktur dan transportasi, meningkatkan investasi, serta mengembangkan potensi ekonomi lintas wilayah.
Melalui pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi di kawasan aglomerasi diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh daerah. Pola pengembangan serupa juga direncanakan untuk diterapkan di wilayah lain di Jawa Tengah.
Dalam kesempatan itu, Luthfi turut menyampaikan perkembangan investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 yang mencapai Rp72,54 triliun. Pada periode yang sama, realisasi investasi di kawasan Solo Raya tercatat sekitar Rp6,07 triliun.
Ia menilai, pengembangan aglomerasi menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat daya dukung daerah terhadap investasi yang masuk, baik di Solo Raya maupun kawasan lainnya di Jawa Tengah.
Upaya tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, Solo Raya Impact Award 2026 memberikan total 14 penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga, dan tokoh inspiratif.
Penghargaan diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia di kawasan Solo Raya. (*)