Kebijakan tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari program pemerintahan sebelumnya dengan sejumlah pengembangan untuk menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan pesantren.
“Kalau ada program yang sudah baik pada pemerintahan sebelumnya, kita lanjutkan. Yang masih kurang kita lengkapi. Termasuk apresiasi kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Qur’an, insentif guru agama, dan sekarang kita tambahkan beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah,” jelasnya.
Untuk program beasiswa, Pemprov Jateng telah menjalin dukungan pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi.
Di antaranya UIN Walisongo Semarang, UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta beberapa perguruan tinggi yang berada di lingkungan pesantren.
Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi juga dibuka hingga tingkat internasional. Santri asal Jawa Tengah dapat melanjutkan studi ke sejumlah negara, seperti Yaman, Mesir, dan China melalui fasilitasi pemerintah provinsi.
Dukungan serupa diberikan kepada mahasiswa Ma’had Aly yang menempuh pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Hingga kini, sebanyak 420 mahasantri tercatat telah menerima fasilitas beasiswa sampai menyelesaikan pendidikan.
Pemprov Jateng juga memperhatikan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dengan membuka program beasiswa bagi guru madrasah yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saat ini, tahapan rekrutmen dan seleksi calon penerima bantuan pendidikan tersebut masih berjalan.
Taj Yasin menambahkan, pemberian beasiswa tidak hanya dimaksudkan untuk membantu santri memperoleh pendidikan tinggi. Program tersebut juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas yang nantinya dapat memperkuat perkembangan pondok pesantren.
Oleh karena itu, para penerima beasiswa diharapkan kembali ke lingkungan pesantren setelah menyelesaikan studi untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh.
Bentuk kontribusi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pesantren maupun arahan para kiai.