Resmikan SMA Saintek Ahmad Dahlan, Mendikdasmen Perkuat Pendidikan Sains Berbasis Nilai Keislaman

Resmikan SMA Saintek Ahmad Dahlan, Mendikdasmen Perkuat Pendidikan Sains Berbasis Nilai Keislaman
Resmikan SMA Saintek Ahmad Dahlan, Mendikdasmen Perkuat Pendidikan Sains Berbasis Nilai Keislaman

KONTENSEMARANG.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, meresmikan SMA Saintek Ahmad Dahlan yang berlokasi di Jalan Joko Tingkir, Kota Salatiga, Senin (13/4).

Peresmian ini menjadi langkah penting dalam penguatan pendidikan berbasis sains dan teknologi yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman.

"Kita berharap SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga turut berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan di Tanah Air," kata Prof Abdul Mu’ti.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Ketua PWM Jateng Dr KH Tafsir, Ketua PDM Salatiga Prof Saadi, serta tokoh pendidikan dan masyarakat.

Kepala SMA Saintek Ahmad Dahlan, Sutomo MAg, menjelaskan bahwa pendirian sekolah ini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia melalui pendekatan pembelajaran berbasis riset.

"Generasi unggul itu tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia, melalui kegiatan-kegiatan riset berbasis proyek," kata Sutomo.

Ia menambahkan, sekolah ini diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan dengan mengintegrasikan sains, teknologi, dan nilai keislaman, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global.

Mengusung tagline "Modern, Religius, Berprestasi", SMA ini berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mendorong budaya riset dan prestasi, serta menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini.

SMA Saintek Ahmad Dahlan ditargetkan menjadi sekolah unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Jawa Tengah.

Kehadirannya juga diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta penanaman pohon sebagai simbol dimulainya operasional sekolah.

Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 6.700 meter persegi dengan bangunan 3.000 meter persegi, serta memiliki lokasi strategis dekat Terminal Tingkir dan Exit Tol Salatiga.

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga meresmikan revitalisasi 17 satuan pendidikan di Kota Salatiga.

Selain itu, digelar pula pameran karya guru dan siswa sekolah Muhammadiyah, yang menampilkan berbagai inovasi seperti mobil listrik, prototipe pengolahan limbah plastik, hingga produk sabun berbahan ekstrak tanaman. (*)