KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mulai memperkuat berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi musim hujan dan ancaman bencana hidrometeorologi.
Berbagai sarana pendukung, mulai dari infrastruktur pengendali banjir, kesiapan personel, persediaan logistik, hingga sistem peringatan dini, dipastikan dalam kondisi siap menghadapi cuaca ekstrem.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa seluruh persiapan tersebut diarahkan untuk menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027.
Pemerintah kota berupaya memastikan setiap unsur penanganan bencana dapat bekerja secara optimal ketika dibutuhkan.
Kesiapan ini menjadi perhatian penting mengingat tingginya potensi bencana akibat perubahan cuaca, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, hingga angin kencang. Berbagai risiko tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.
Agustina meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama instansi terkait memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan keadaan darurat.
Menurutnya, penanganan yang cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana.
“Seluruh perangkat daerah bersama jajaran terkait harus siaga penuh dan bergerak cepat. Mitigasi dan kesiapan infrastruktur, mulai dari sistem pompa hingga logistik darurat, harus dipastikan berfungsi optimal untuk melindungi masyarakat dari potensi genangan dan bencana,” tegas Agustina, dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
119 Pompa dan Alat Berat Disiapkan untuk Antisipasi Banjir
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menyebutkan bahwa sebanyak 119 unit pompa telah disiapkan untuk mendukung penanganan banjir. Sebanyak 101 unit di antaranya merupakan pompa portabel dengan total kemampuan pemompaan mencapai 92.190 liter per detik.