Konten Semarang
Semarang

Agustina Kenalkan Cerita Dugderan Semarang kepada Kafilah MTQ Nasional XXXI

Agustina mengenalkan tradisi Dugderan kepada kafilah MTQ Nasional melalui kirab, kuliner, seni, dan budaya di kawasan Kauman.

Agustina Kenalkan Cerita Dugderan Semarang kepada Kafilah MTQ Nasional XXXI
Agustina Kenalkan Cerita Dugderan Semarang kepada Kafilah MTQ Nasional XXXI

Dalam agenda tersebut, masyarakat dan para kafilah dapat menikmati berbagai pertunjukan seni, kuliner, serta produk warga, seperti kue putu, donat, martabak, gerabah hingga kapal othok-othok.

Puncak kegiatan digelar melalui Kirab Nostalgia Dugderan yang diikuti 773 peserta dari 20 kelompok. Peserta berasal dari kalangan pelajar, kelompok keagamaan, komunitas masyarakat, hingga kelompok seni dan budaya.

Kirab tersebut menampilkan berbagai unsur kesenian dan budaya, di antaranya Drumband SD Islam Sultan Agung, Pasukan Merah Putih pelajar SMPN 38, Pasukan Bregodo, penari Dugder, Denok-Kenang, Manten Kaji, Ngesti Pandowo, Rebana Pondok Tahfidz Al-Qur'an Masjid Kauman, serta sejumlah kelompok kesenian daerah.

Agustina juga ikut dalam peragaan tradisi sebagai KRMAT Purbaningrum. Ia didampingi unsur ulama Masjid Agung Kauman serta perwakilan budaya Arab, Jawa dan Tionghoa yang tergabung dalam ARWANA.

Menurut Agustina, keberadaan berbagai unsur budaya dalam kirab tersebut menggambarkan perjalanan panjang Kota Semarang yang berkembang melalui pertemuan budaya Jawa, Arab dan Tionghoa. Salah satu simbol yang melekat dalam tradisi Dugderan adalah Warak Ngendog.

“Tradisi ini menunjukkan bahwa Kota Semarang tumbuh dari keberagaman yang saling menghormati. Semangat kebersamaan dan keterbukaan inilah yang kami persembahkan untuk menyambut seluruh tamu MTQ Nasional,” jelasnya.

Kirab berangkat dari halaman Alun-Alun Masjid Agung Kauman, kemudian melewati Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Imam Bonjol. Rombongan selanjutnya berputar di kawasan titik nol Kota Lama Semarang sebelum kembali menuju kawasan Kauman.

Usai kirab, para kafilah dan masyarakat menikmati kue Ganjel Rel yang dibagikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Suasana semakin semarak dengan penampilan musik religi di kawasan Alun-Alun Masjid Agung Kauman.

Bagi para kafilah MTQ Nasional XXXI, kegiatan tersebut menjadi pengalaman tambahan selama berada di Kota Semarang. Selain mengikuti kompetisi, mereka berkesempatan menyaksikan secara langsung tradisi, kesenian, kuliner, serta keberagaman budaya masyarakat setempat.

Agustina berharap pengalaman tersebut dapat menjadi kenangan yang dibawa para kafilah ketika kembali ke daerah asal setelah pelaksanaan MTQ Nasional XXXI berakhir.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Festival Rebana Nasional Tutup MTQ XXXI, Agustina Ajak Masyarakat Rawat Harmoni
Semarang • 21 September 2026

Festival Rebana Nasional Tutup MTQ XXXI, Agustina Ajak Masyarakat Rawat Harmoni

Rekomendasi Redaksi