Dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa lebih dari 1.000 akun UMKM telah terdaftar di Waras Ekonomi, dengan sebagian di antaranya sudah menjalani proses verifikasi.
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memberikan pendampingan yang lebih tepat sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing usaha.
Selain pendampingan, Pemkot Semarang juga mendorong akses pembiayaan produktif melalui fasilitas dana bergulir yang bekerja sama dengan perbankan daerah, termasuk Bank Semarang dan Bank Jateng.
Kegiatan ALSA CLCC 2026 menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memahami ketentuan hukum dalam menjalankan usaha, termasuk pengurusan legalitas dan pemenuhan sertifikasi halal.
Program ini melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Undip bersama sejumlah instansi, di antaranya Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Tengah dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.
Kolaborasi tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memahami kewajiban hukum sekaligus memenuhi persyaratan produk yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis.
Agustina berharap semakin banyak UMKM di Kota Semarang yang memiliki legalitas lengkap, memenuhi ketentuan produk, dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, kesiapan tersebut dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan peluang ekonomi, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis. (*)