Setahun Luthfi–Yasin, Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37% dan Investasi Tertinggi 10 Tahun
Setahun Luthfi–Yasin pimpin Jateng, ekonomi tumbuh 5,37%, investasi Rp88,5 triliun dan kolaborasi 73 kampus ditegaskan.
KONTENSEMARANG.COM — Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen untuk periode 2025–2030. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga realisasi investasi.
Menurut Luthfi, capaian itu tidak lahir dari kerja pemerintah provinsi semata, melainkan hasil kerja kolektif lintas sektor. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan perguruan tinggi menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada enam daerah dengan kinerja terbaik, yakni Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Sementara itu, kategori perguruan tinggi terbaik diberikan kepada Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Muria Kudus, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super tim dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, perlu adanya collaborative government (pemerintahan kolaboratif) yang harus kita ciptakan," katanya.
Kerja Sama dengan 44 Perguruan Tinggi
Dalam satu tahun terakhir, Pemprov Jateng telah menjalin kemitraan dengan 44 perguruan tinggi. Setiap kampus berkontribusi melalui riset, inovasi, dan gagasan kebijakan untuk mendukung pembangunan daerah.
Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jateng. Selain itu, sekitar 123 perguruan tinggi lainnya dijadwalkan akan menyusul menjalin kerja sama.
Kolaborasi tersebut diklaim berdampak langsung pada sejumlah capaian makro daerah sepanjang 2025. Jawa Tengah mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan produktivitas padi mencapai sekitar 9,5 juta ton.
Secara ekonomi, pertumbuhan Jawa Tengah pada 2025 tercatat 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga menurun menjadi 9,39 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di kisaran 4,66 persen.
Data terbaru menunjukkan jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebanyak 3,34 juta orang. Angka ini turun 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025, serta berkurang 51,52 ribu orang dibanding September 2024 yang tercatat 3,40 juta orang.
Realisasi Investasi Tertinggi dalam Satu Dekade
Dari sisi investasi, Jawa Tengah mencatat realisasi sebesar Rp88,50 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Total terdapat 105.078 proyek yang terealisasi, dengan serapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.
“Salah satu investasi yang kita kejar adalah padat karya, ini untuk mereduksi angka pengangguran terbuka, tapi tidak menutup juga untuk padat modal," katanya.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Jateng mendorong pemerintah kabupaten/kota memberikan insentif kepada investor, termasuk relaksasi pajak bagi investasi yang berorientasi pada ekonomi hijau.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, Pemprov Jateng optimistis tren pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
kontensemarang