Tanggapi OTT KPK di Cilacap, Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Integritas Pejabat

Tanggapi OTT KPK di Cilacap, Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Integritas Pejabat
Tanggapi OTT KPK di Cilacap, Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Integritas Pejabat

KONTENSEMARANG.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap.

Ia menegaskan bahwa pentingnya menjaga integritas bagi kepala daerah, wakil kepala daerah, maupun aparatur sipil negara (ASN) telah berulang kali diingatkan.

Luthfi mengaku prihatin atas kejadian tersebut, terlebih sebelumnya sudah ada dua kepala daerah di Jawa Tengah yang tersangkut kasus korupsi, yakni Bupati Pati dan Bupati Pekalongan.

"Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Sabtu 14 Maret 2026.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama ini juga telah menjalin kerja sama dengan KPK dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui program koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) KPK yang memberikan pembekalan kepada kepala daerah hingga anggota DPRD.

Selain itu, pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia sebelumnya, para pejabat daerah juga telah diingatkan agar tidak melakukan penyimpangan anggaran serta selalu mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Terkait proses hukum yang sedang dilakukan KPK terhadap Bupati Cilacap, Luthfi menyatakan menghormati langkah yang diambil oleh lembaga antirasuah tersebut.

Di sisi lain, ia berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat publik, baik bupati, wali kota, wakil kepala daerah, maupun ASN.

"Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya dimulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan," tandasnya.

Ia menegaskan, integritas harus tercermin dalam tindakan nyata, yakni dengan tidak melanggar hukum maupun menyalahgunakan kewenangan.

Hal tersebut dinilai penting agar tata kelola pemerintahan dapat berjalan secara bersih dan baik.

"Clean governance dan good governance itu harus jadi nafas bupati dan wali kota termasuk ASN nya," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Terlebih saat ini pemerintah daerah tengah mempersiapkan berbagai layanan untuk mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. (*)