Wali Kota Semarang Gandeng Ulama untuk Sukseskan MTQ Nasional ke-31
KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melanjutkan agenda silaturahmi dengan mengunjungi sejumlah ulama di Kota Semarang pada Rabu (1/4), sehari setelah melakukan kunjungan ke para mantan wali kota.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang dalam mempererat hubungan dengan kalangan ulama sekaligus meminta dukungan demi menyukseskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Kunjungan diawali ke Pondok Pesantren Assodiqiyah yang diasuh oleh DR.(HC) K.H. Sodiq Hamzah.
Selanjutnya, rombongan bertolak ke Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Sendangguwo yang dipimpin K.H. Dzikron Abdullah, serta bersilaturahmi ke kediaman Drs. H. Ali Mufiz, M.P.A., yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2003-2007 dan Gubernur Jawa Tengah tahun 2007-2008.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk ikhtiar memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para ulama.
“Kami ingin menjalin silaturahmi yang lebih mendalam dan lebih sering. Ke depan, tidak hanya lurah dan camat yang *sowan*, tetapi juga perangkat daerah terkait, termasuk dari bidang kesejahteraan rakyat dan pendidikan,” ujar Agustina.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Semarang tengah bersiap menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31.
Menurutnya, peran ulama sangat penting dalam memberikan arahan agar pelaksanaan kegiatan tetap sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Sebagai pemerintah, kami sudah berupaya mempersiapkan sebaik mungkin. Namun kami menyadari, dari sisi pemahaman terhadap tradisi dan substansi MTQ, kami masih membutuhkan banyak arahan. Karena itu kami *nyuwun* petunjuk, dukungan, dan nasehat dari para kiai,” imbuhnya.
Agustina mengungkapkan bahwa ajang MTQ Nasional tersebut diperkirakan diikuti sekitar 11.000 peserta beserta pendamping dari berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran mereka diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kesiapan kota tidak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari kenyamanan dan pengalaman para tamu selama berada di Semarang.
“Kami ingin para tamu merasa nyaman dan memiliki kesan baik, sehingga di lain waktu mereka ingin kembali ke Kota Semarang. Untuk itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti NU dan pengelola Masjid Agung Jawa Tengah, menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dalam momentum tersebut, Agustina turut menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada masyarakat, khususnya para ulama.
“Masih dalam suasana Lebaran, kami dari jajaran Pemerintah Kota Semarang mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita semua dalam melanjutkan pengabdian dengan kinerja yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui agenda ini, Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama sekaligus memastikan kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah ajang nasional yang diharapkan memberikan dampak positif luas bagi masyarakat. (*)
redaksi