Waspadai Hantavirus, Dinkes Semarang Perkuat Program Gembiraria dan PTP
KONTENSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan Kota Semarang meningkatkan upaya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus melalui penguatan program Gembiraria dan PTP di lingkungan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap penyakit yang ditularkan hewan pengerat, khususnya tikus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang dapat menular melalui paparan urine, air liur, hingga kotoran tikus yang telah terinfeksi.
Karena itu, warga diminta lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan maupun tempat tinggal.
Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes terus mengintensifkan program Gembiraria atau Gerakan Mbuka Jendela dan Pintu Rumah, Diikuti Gerakan Ringan 60 Menit dan Bersih-bersih Rumah.
Program ini mengajak masyarakat membiasakan membuka ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik, aktif bergerak, serta rutin membersihkan rumah dan lingkungan guna mencegah munculnya sarang tikus maupun sumber penyakit lainnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga memperkuat pelaksanaan program PTP atau Pengendalian Tikus dan Penyakit untuk menekan populasi tikus di kawasan padat penduduk.
Upaya tersebut dinilai penting karena tikus menjadi salah satu penyebab penyebaran berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus dan leptospirosis.
Menurut Abdul Hakam, masyarakat tidak perlu merasa panik secara berlebihan, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Warga diimbau menjaga kebersihan rumah, menutup celah yang menjadi akses masuk tikus, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari kontak langsung dengan kotoran hewan pengerat.
Selain itu, Dinkes meminta seluruh puskesmas dan tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi terkait penyakit zoonosis beserta langkah pencegahannya.
Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko penularan penyakit yang berasal dari lingkungan sekitar.
Belakangan ini, hantavirus menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia setelah adanya laporan kasus dan temuan tikus yang terpapar virus tersebut.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pola penularan hantavirus berbeda dengan penyakit menular antarmanusia karena sebagian besar berasal dari hewan pengerat.
Melalui penguatan program Gembiraria dan PTP, Pemerintah Kota Semarang berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat semakin meningkat sehingga berbagai penyakit menular dapat dicegah sejak dini. (*)
redaksi