Ahmad Luthfi: 2.769 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Telah Terbangun

Jawa Tengah mencatat 6.271 Koperasi Merah Putih beroperasi dan 2.769 gedung terbangun, tertinggi secara nasional.

Ahmad Luthfi: 2.769 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Telah Terbangun
Jawa Tengah mencatat 6.271 Koperasi Merah Putih beroperasi dan 2.769 gedung terbangun, tertinggi secara nasional.

KONTENSEMARANG.COM - Jawa Tengah mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga 16 Mei 2026, sebanyak 6.271 koperasi telah beroperasi atau sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, ribuan gedung koperasi juga telah berdiri di berbagai daerah di Jawa Tengah. Data terbaru menunjukkan sebanyak 2.769 gedung KDKMP telah terbangun dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu usai mengikuti peresmian 1.061 KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Ahmad Luthfi mengikuti agenda tersebut secara daring dari KDKMP Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

"Gedung KDKMP yang sudah terbangun di Jawa Tengah ada 2.679 bangunan. Ini akan terus bertambah. Kalau yang sudah operasional ada 6.271 koperasi," katanya Luthfi.

Dari total 1.061 koperasi yang diresmikan Presiden Prabowo, sebanyak 531 unit berada di Jawa Tengah, sedangkan 530 unit lainnya tersebar di Jawa Timur. Percepatan pembangunan koperasi tersebut melibatkan kolaborasi dengan Kodam IV/Diponegoro.

Rinciannya meliputi wilayah Korem 071/Wijayakusuma sebanyak 41 titik, Korem 072/Pamungkas 103 titik, Korem 073/Makutarama 55 titik, dan Korem 074/Warastratama sebanyak 332 titik.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), Kabupaten Wonogiri menjadi daerah dengan pembangunan gedung terbanyak, yakni 186 gedung. Posisi berikutnya ditempati Boyolali dengan 180 gedung dan Klaten sebanyak 174 gedung.

Ahmad Luthfi menjelaskan, banyak koperasi di Jawa Tengah yang telah menjalankan operasional meski pembangunan gedung belum selesai sepenuhnya. Beberapa koperasi bahkan sudah melayani masyarakat hanya dengan satu hingga tiga gerai usaha.

Ia meminta Dinas Koperasi tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus memperkuat sinergi bersama Kodam IV/Diponegoro guna mempercepat pembangunan gedung koperasi yang masih dalam proses pengerjaan.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menegaskan pentingnya pengembangan koperasi berbasis potensi desa dan kearifan lokal. Menurutnya, setiap KDKMP harus mampu menghadirkan produk unggulan khas daerah masing-masing agar memberi dampak nyata terhadap perekonomian warga.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut operasionalisasi 1.061 KDKMP sebagai tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

"Di mana gedungnya ada, gudang ada, sistem ada, barangnya ada, petugas ada, unsur-unsur logistik ada, serta truk, pikap, dan kendaraan roda tiga ada," ujar Prabowo.

Ia menilai keberhasilan pembangunan koperasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mampu menghadirkan program besar apabila didukung kehendak, strategi, dan kerja sama yang kuat.

"Mari kita maju dengan rasa percaya diri. Koperasi ini akan jadi milik kita bersama, kekuatan kita bersama membangun Indonesia. Koperasi harus kuat, UMKM harus kuat," ucapnya.