Jalan Citarum Akan Dibeton, Pemkot Semarang Siapkan Perbaikan Permanen
KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang memastikan kerusakan bergelombang di Jalan Citarum akan segera ditangani melalui proyek betonisasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya perbaikan permanen karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna kendaraan, khususnya saat lalu lintas padat.
Jalan Citarum yang berada di Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, selama ini menjadi akses penting menuju kawasan Central Business District (CBD).
Tingginya intensitas kendaraan yang melintas setiap hari membuat kerusakan jalan di sejumlah titik semakin banyak dikeluhkan warga.
Secara umum permukaan jalan tampak masih layak dilalui. Namun, beberapa bagian mengalami penurunan struktur jalan yang menyebabkan permukaan bergelombang cukup tajam.
Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu pengendara, terutama kendaraan roda dua, dan berpotensi memicu kecelakaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto, mengatakan proses penanganan Jalan Citarum saat ini sedang memasuki tahap administrasi lelang.
“Sekarang tahapannya baru masuk lelang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau PBJ. Nantinya jalan tersebut akan dilakukan betonisasi,” ujar Suwarto, Jumat (15/5).
Metode betonisasi dipilih karena dinilai lebih mampu menopang beban kendaraan berat dan arus lalu lintas yang tinggi.
Ruas jalan selebar sekitar delapan meter tersebut diketahui menjadi akses penghubung kawasan permukiman, pusat perdagangan, sekolah, rumah sakit, hingga area bisnis di wilayah Semarang Timur.
Padatnya arus kendaraan pada jam berangkat dan pulang kerja disebut menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas permukaan jalan.
Akibatnya, beberapa titik mengalami gelombang yang cukup mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Suwarto menambahkan, proyek perbaikan itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan masyarakat saat melintas.
Selain itu, konstruksi beton diharapkan memiliki ketahanan lebih baik dibanding lapisan aspal yang digunakan sebelumnya.
“Karena volume kendaraan di kawasan itu cukup tinggi, maka penanganannya dipersiapkan dengan betonisasi supaya lebih kuat,” pungkasnya. (*)
redaksi