Mohammad Saleh Sebut Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tunjukkan Daya Saing Daerah Meningkat
KONTENSEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh memberikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2026 yang dinilai menunjukkan tren positif.
Menurutnya, kondisi tersebut menandakan aktivitas ekonomi di daerah semakin kuat dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Mei 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,89 persen secara year-on-year (yoy).
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di posisi 5,84 persen (yoy).
Capaian itu juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen, serta melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa yang berada di angka 5,79 persen.
“Pertumbuhan ekonomi ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tahan ekonomi yang cukup baik dan mampu tumbuh di atas rata-rata nasional,” ujar Saleh.
Ia menilai, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh semakin tingginya aktivitas investasi serta berkembangnya sektor-sektor ekonomi produktif di sejumlah daerah.
Stabilitas ekonomi dan iklim usaha yang kondusif disebut menjadi faktor penting yang menarik minat investor untuk masuk ke Jawa Tengah.
“Jawa Tengah saat ini mulai menjadi magnet baru investasi. Ini harus terus dijaga dengan pelayanan yang baik, kepastian regulasi, dan dukungan infrastruktur,” tegas Saleh.
Pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp23,02 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.
Investasi tersebut juga disebut mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja dari total 24.957 proyek yang berjalan.
Ketua DPD Golkar Jateng itu menilai, peningkatan investasi memberikan dampak positif terhadap pembukaan lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Yang paling penting, pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan meningkatnya peluang usaha,” kata Saleh.
Ia juga mendorong pemerintah daerah agar terus memperkuat sektor riil, mendukung pengembangan UMKM, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan industri dan investasi.
Menurut Saleh, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi jangan hanya dilihat dari angka statistik, tetapi juga bagaimana dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Momentum ini harus terus dijaga agar ekonomi kita semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
redaksi