Stok sembako sebagian dititipkan di Kelurahan Sampangan. Adapun tabung gas dipindahkan ke tempat usaha milik anggota karena membutuhkan lokasi penyimpanan yang memenuhi ketentuan.
Setelah seluruh barang dikeluarkan, kunci gedung diserahkan kembali kepada pihak TNI.
“Kalau di sana sudah kosong. Sudah kosong dan kunci sudah kita serah terimakan ke TNI,” ujar Kuncar.
Pengosongan gedung tersebut dilakukan seiring rencana PT Agrinas untuk mengisi lokasi dengan berbagai komoditas.
Namun, hingga kini pengurus KKMP Sampangan belum memperoleh informasi pasti mengenai waktu perusahaan tersebut mulai masuk.
“Alasannya dari PT Agrinas akan segera mengisi barang-barangnya di situ. Tapi kapan, belum ada info,” katanya.
Kuncar juga mengaku belum menjalin komunikasi secara langsung dengan pihak PT Agrinas terkait rencana penggunaan gedung KKMP Sampangan.
Situasi tersebut sempat membuat pengurus terkejut. Terlebih, pembangunan gedung sebelumnya telah melalui proses perizinan yang diketahui lurah dan camat sebelum memperoleh persetujuan dari pemerintah kota.
Ia juga mengatakan instruksi pengosongan gedung disampaikan secara lisan. Ke depan, Kuncar berharap setiap kebijakan yang berkaitan dengan koperasi dapat disampaikan secara tertulis sehingga pengurus dan anggota mendapatkan informasi yang lebih jelas.
“Pengurus itu kan manusia, mereka langsung down, kaget itu kan, merasa kenapa kok kami diperlakukan seperti itu,” ujarnya.