“Empat kejadian titik api berhasil ditangani dengan cepat berkat kolaborasi petugas TPA, Damkar, kelurahan, TNI, Polri, hingga warga sekitar. Dukungan logistik air serta armada tangki dan APAR di lokasi juga siap melakukan penanganan awal,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan mitigasi teknis, DLH juga memperkuat edukasi bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan TPA. Sosialisasi menyasar pengemudi truk sampah, pemulung, pengepul, hingga peternak.
Mereka diberikan brosur mengenai larangan merokok serta imbauan untuk tidak membuat perapian atau diang yang dapat memicu munculnya api di kawasan TPA.
Glory menekankan bahwa keberadaan peralatan dan kesiapan teknis harus diiringi kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di Jatibarang.
“Peralatan teknis di lapangan tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan bersama. Kami meminta para pengemudi, pemulung, dan peternak betul-betul mematuhi larangan merokok serta tidak membuat perapian di kawasan TPA demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi kesiapan tim gabungan dalam menjalankan mitigasi kebakaran setelah apel kesiapsiagaan. Ia meminta seluruh jajaran tetap waspada selama musim kemarau masih berlangsung.
“Komitmen yang ditetapkan sejak Apel Kesiapsiagaan 9 Juli lalu harus terus dipertahankan. Selama musim kemarau belum usai, kewaspadaan seluruh jajaran tidak boleh kendor agar Kota Semarang tetap aman dan kondusif dari ancaman kebakaran TPA,” tutur Agustina. (*)