Sukma juga mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan semangat belajar. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting bagi pelajar untuk ikut berkontribusi dalam membawa Jawa Tengah menjadi lebih maju.
"Mari bersama-sama kita gotong royong, serta bisa merangkul satu sama lain untuk menjaga dan memajukan Jawa Tengah," katanya.
Pelajar lainnya, Kristian Unggul Saputra, memandang pesan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengenai semangat nyawiji sebagai ajakan untuk membangun persatuan dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.
"Tadi Gubernur menyampaikan tentang nyawiji, beliau menginginkan kita menjadi satu kesatuan dan kekeluargaan supaya kita tidak terpecah belah," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah perlu memprioritaskan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan adanya tekanan fiskal.
Menurutnya, tema Hari Jadi ke-81 Jateng, **Gumregut Nyawiji**, mencerminkan semangat persatuan yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Dalam momentum tersebut, Luthfi turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Tengah, mulai dari sektor pangan, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Di sektor pertanian, produksi padi Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 9,39 juta ton. Sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.
“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegas Luthfi.
Kerja keras masyarakat tersebut turut berdampak terhadap sektor ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah tercatat turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen. Pada saat yang sama, sekitar 460 ribu orang tercatat mendapatkan pekerjaan.