Dari sisi investasi, realisasi hingga semester I-2026 telah mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga berada di angka 5,80 persen, sedangkan persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.
Pemerintah provinsi juga terus menjalankan program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor pendidikan, biaya pendidikan telah digratiskan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.
Selain itu, beasiswa diberikan kepada pelajar dari keluarga kurang mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin. Sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi, sementara sembilan sekolah baru telah dibangun.
Pada bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat. Sementara di sektor perumahan, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.
Dukungan terhadap program pemerintah pusat juga terus diperkuat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG.
Selain itu, 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan total 1.275 siswa. Koperasi Desa Merah Putih juga telah terbentuk sebanyak 8.523 unit, dengan 6.271 unit di antaranya sudah beroperasi.
Luthfi menegaskan, berbagai capaian yang diraih Jawa Tengah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi seluruh masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan maupun berbagai penghargaan yang diterima provinsi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. (*)