Kehadiran Speling memberinya kesempatan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa terbebani biaya.
Cerita lain datang dari Banyumas. Jika Retno dan Jamsari memanfaatkan Speling untuk mengatasi persoalan kesehatan fisik, Feni Anindya (16), siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, justru memperoleh manfaat dari layanan kesehatan jiwa yang disediakan dalam program tersebut.
Saat itu ia tengah dilanda kebingungan menentukan arah pendidikan setelah lulus sekolah. Melalui konsultasi dengan psikolog, Feni mendapat ruang untuk berdiskusi mengenai pilihan jurusan kuliah dan rencana masa depannya.
"Alhamdulillah setelah berkonsultasi jadi lebih ada gambaran. Saya berharap program ini bisa dilaksanakan lagi," katanya.
Tiga kisah itu datang dari daerah yang berbeda. Meski menghadapi persoalan kesehatan yang beragam, ketiganya dipertemukan oleh satu solusi yang sama, yakni Program Dokter Spesialis Keliling. Melalui pendekatan jemput bola, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadirkan layanan dokter spesialis lebih dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang selama ini terkendala jarak, biaya, maupun akses pelayanan kesehatan.
Dari Rumah Sakit ke Desa-Desa
Program Speling mulai bergulir pada Maret 2025 sebagai jawaban atas tantangan pemerataan layanan kesehatan di Jawa Tengah. Meski jaringan puskesmas dan rumah sakit terus berkembang, masih banyak masyarakat yang kesulitan menjangkau dokter spesialis karena faktor geografis maupun ekonomi.
Setidaknya terdapat lima layanan utama yang menjadi fokus Speling, yakni skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, layanan kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan balita, terutama untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Seluruh layanan diberikan secara gratis, cukup dengan menunjukkan kartu identitas. Kedekatan lokasi pelayanan di balai desa membuat masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar untuk memperoleh layanan dokter spesialis.
Hingga 13 Agustus 2026, Program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar di 465 kecamatan pada 35 kabupaten/kota. Selama periode tersebut, sebanyak 128.109 orang warga telah memperoleh layanan kesehatan secara langsung. c
Namun, keberhasilan Speling tidak hanya diukur dari banyaknya desa yang disambangi atau jumlah masyarakat yang datang memeriksakan diri. Yang jauh lebih penting adalah ribuan kasus penyakit yang berhasil ditemukan lebih awal sehingga dapat segera ditangani.