Konten Semarang
Regional

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Berkat Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing

Speling Jateng mendekatkan dokter spesialis ke warga desa secara gratis, menjangkau 128.109 orang hingga 13 Agustus 2026 di Jawa Tengah.

Speling Jateng mendekatkan dokter spesialis ke warga desa secara gratis, menjangkau 128.109 orang hingga 13 Agustus 2026 di Jawa Tengah
Speling Jateng mendekatkan dokter spesialis ke warga desa secara gratis, menjangkau 128.109 orang hingga 13 Agustus 2026 di Jawa Tengah

Salah satu fokus utama program ini adalah pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hingga awal Agustus 2026, pemeriksaan antenatal care telah dilakukan terhadap 15.848 ibu hamil. Dari jumlah tersebut, 12.537 orang dinyatakan dalam kondisi normal, sementara 3.311 lainnya memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut. 

Perhatian besar juga diberikan pada penanggulangan tuberkulosis (TBC), penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional. Melalui Speling, skrining TBC telah menjangkau 53.463 warga. Hasilnya, ribuan orang teridentifikasi sebagai suspek TBC maupun memerlukan pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) dan uji Mantoux. 

Layanan kesehatan jiwa juga menjadi perhatian serius. Sebanyak 37.605 warga mengikuti skrining kesehatan mental, dengan 1.358 orang teridentifikasi memerlukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, pemeriksaan kanker serviks telah menjangkau 5.915 perempuan dan menemukan 497 kasus yang membutuhkan tindak lanjut medis.  

Bersinergi dengan Program Nasional
Keunggulan lain Speling adalah kemampuannya berkolaborasi dengan berbagai program kesehatan yang telah berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan Speling dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih menyeluruh dalam satu kesempatan.

Sinergi tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Jawa Tengah mencatatkan capaian CKG tertinggi di Indonesia. Sebanyak 14.248.868 masyarakat telah mengikuti program tersebut atau sekitar 37,4 persen dari total sasaran nasional. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menegaskan bahwa Speling tidak berhenti pada proses skrining semata. "Kami tidak akan berhenti pada deteksi dini, tetapi berlanjut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Tengah secara holistik," ujarnya. 

Menurut Zulfachmi, setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti melalui sistem rujukan dan pendampingan sehingga masyarakat benar-benar memperoleh pelayanan hingga tuntas.

Membangun Jawa Tengah yang Lebih Sehat
Menjelang Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Speling menjadi salah satu penanda bagaimana pelayanan publik di sektor kesehatan terus bertransformasi. 

Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, kesehatan bukan hanya urusan pelayanan medis. Kesehatan merupakan fondasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus salah satu kunci dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. 

Karena itu, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti di rumah sakit atau puskesmas, tetapi harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 3 dari 4

Artikel Selanjutnya

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Penguatan STEM dan Nilai Pesantren
Regional • 15 Agustus 2026

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Penguatan STEM dan Nilai Pesantren

Rekomendasi Redaksi