Jawa Tengah juga menunjukkan kinerja positif dari sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pada semester I-2026 tercatat mencapai 5,80 persen, berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,45 persen.
Realisasi investasi juga terus mengalami penguatan. Hingga semester I-2026, nilai investasi di Jawa Tengah mencapai Rp59,94 triliun.
Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta investasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMK) Rp11,40 triliun.
Realisasi investasi tersebut turut menyerap tenaga kerja sekitar 213 ribu orang.
Perkembangan ekonomi tersebut juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2026, persentase penduduk miskin Jawa Tengah turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan. Per Februari 2026, TPT Jawa Tengah tercatat 4,24 persen, turun 0,09 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4,33 persen.
Luthfi menyebut berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.
"Ini adalah hasil dari semangat kebersamaan yang dibangun melalui collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif) dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat," kata Luthfi.
Menurutnya, semangat kolaborasi perlu terus dipertahankan agar pembangunan Jawa Tengah dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)