KONTENSEMARANG.COM - Kota Semarang kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu pusat investasi utama di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di ibu kota provinsi tersebut mencapai Rp11,14 triliun atau setara 101,34 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Kota Semarang masih terjaga, meskipun kondisi ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah masih menghadirkan berbagai tantangan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Puput Widhiatmoko Hadinugroho, mengatakan pertumbuhan investasi yang konsisten semakin mengukuhkan posisi Semarang sebagai destinasi investasi unggulan di Jawa Tengah.
“Alhamdulillah geliat investasi di Kota Semarang terus tumbuh. Sebagai kota metropolitan sekaligus ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang masih menjadi tujuan utama investasi. Hal itu terlihat dari banyaknya proyek besar yang sedang dan akan dibangun,” ujar Puput.
Menurutnya, sejumlah proyek strategis yang saat ini tengah berjalan menjadi indikator kuat meningkatnya aktivitas investasi di Kota Semarang. Berbagai pembangunan di sektor perdagangan, kesehatan, perhotelan, hingga kawasan industri diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan Hotel Hyatt di kawasan belakang Mall 23 Semarang. Selain itu, terdapat investasi baru dari perusahaan asal India yang telah memulai pembangunan pabrik farmasi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma.
“Salah satu proyek terbaru adalah rencana pembangunan Hotel Hyatt di kawasan belakang Mall 23 Semarang. Selain itu, ada investor asal India yang baru melakukan groundbreaking pabrik farmasi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar,” katanya.
Pabrik farmasi tersebut diproyeksikan mulai beroperasi dalam dua tahun mendatang dan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi serta penyerapan tenaga kerja di Kota Semarang.
Berdasarkan data DPMPTSP Kota Semarang, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi bidang usaha yang paling diminati investor asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi mencapai Rp1,34 triliun.
Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp484,34 miliar, industri kimia dan farmasi Rp260,70 miliar, industri tekstil Rp222,38 miliar, serta industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, optik, dan jam sebesar Rp217,99 miliar.
Sementara itu, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) paling banyak mengalir ke sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai mencapai Rp1,69 triliun.
Kemudian disusul sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp1,29 triliun, perdagangan dan reparasi Rp694,46 miliar, jasa lainnya Rp610,12 miliar, serta industri kimia dan farmasi sebesar Rp563,69 miliar.
Puput menilai perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya minat investor. Kehadiran berbagai fasilitas baru seperti pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, hingga kawasan industri turut memperkuat daya saing Semarang sebagai kota tujuan investasi.
“Kami melihat tren investasi terus bergerak positif. Banyak investor yang melihat Semarang sebagai kota dengan prospek ekonomi yang menjanjikan dan memiliki pasar yang terus berkembang,” ujarnya.
Selain letaknya yang strategis, kemudahan perizinan juga menjadi salah satu daya tarik utama bagi pelaku usaha. Pemerintah Kota Semarang melalui DPMPTSP terus memperkuat layanan digital melalui sistem Online Single Submission (OSS) serta memberikan pendampingan kepada investor selama proses pengurusan izin.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para investor. Semua proses perizinan kami bantu dan dampingi agar berjalan cepat, mudah, dan sesuai ketentuan. Jika ada kendala dalam sistem, petugas kami siap memberikan pendampingan hingga izin terbit,” tegasnya.
Dengan capaian yang melampaui target serta hadirnya sejumlah proyek strategis baru, Kota Semarang optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan investasi pada tahun-tahun mendatang sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Jawa Tengah.