Program tersebut akan terus diperluas hingga ke wilayah sekitar lokasi *venue* MTQ. Sementara untuk membangun atmosfer perhelatan, Pemkot Semarang sebelumnya telah menggelar Konser Cinta di 14 kecamatan.
MTQ Nasional XXXI diperkirakan menghadirkan sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi. Jumlah tersebut dinilai menjadi peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event nasional tersebut.
Pemkot Semarang berencana menyediakan sejumlah gerai UMKM di bekas gedung Matahari dan bekas E-Plaza di kawasan Simpang Lima.
"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk mengambil bagian. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Semarang," tuturnya.
Agustina juga memberikan apresiasi kepada 16 putra-putri Kota Semarang yang dipercaya menjadi bagian dari kontingen Jawa Tengah dalam MTQ Nasional XXXI. Dua di antaranya merupakan peserta tunanetra.
Sementara itu, KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus dalam tausiyah kebangsaannya mengajak masyarakat untuk terus mensyukuri berbagai anugerah yang diberikan Allah SWT, baik sebagai individu, bagian dari bangsa Indonesia, maupun umat Nabi Muhammad SAW.
Menurut Gus Mus, rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan dengan memanfaatkan setiap nikmat sesuai dengan fungsinya.
Agustina berharap seluruh persiapan hingga pelaksanaan MTQ Nasional XXXI berjalan lancar. Ia juga ingin momentum tersebut semakin memperkuat citra Semarang sebagai kota yang menjunjung toleransi dan harmoni.
"Melalui doa bersama ini, kita berharap seluruh tahapan MTQ Nasional XXXI berjalan lancar. Agenda besar ini menegaskan kembali Kota Semarang sebagai kota toleransi dan harmoni yang siap menyambut kafilah dari seluruh penjuru Nusantara dengan penuh kedamaian," pungkasnya. (*)