"Kami hadirkan para kepala dinas agar warga bisa menyampaikan permasalahan secara langsung dan segera mendapat solusi, tanpa harus menunggu proses berjenjang," katanya.
Dari Tlogosari Kulon, Agustina kemudian melanjutkan agenda ke RW 5 Kelurahan Krapyak. Warga di wilayah tersebut menyampaikan persoalan banjir yang dipicu aliran air kiriman dari Jalan Siliwangi.
Menanggapi keluhan tersebut, Agustina meminta warga membantu memetakan jalur air yang melewati kawasan permukiman.
Pemetaan tersebut akan menjadi bahan bagi Pemkot Semarang untuk menyiapkan alternatif jalur air bersama pihak kelurahan dan kecamatan.
Pemkot Semarang juga akan melanjutkan pengerukan sungai secara bertahap sebagai salah satu langkah mengurangi potensi banjir, terutama menjelang musim hujan.
"Kita cari solusi, bagaimana kita membuat jalan air yang dari Siliwangi itu tidak melewati rumah warga. Saya mohon dibantu, nanti ini akan melibatkan lurah dan camat. Sembari itu, mari kita gotong royong membersihkan saluran air yang masih ada endapan sampah," tuturnya.
Kunjungan Agustina kemudian berakhir di RW 6 Kelurahan Mlatiharjo. Warga setempat menggelar penyuluhan mengenai pola hidup sehat serta lomba memasak dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Agustina mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan tempat tinggal.
"Saya senang melihat Krapyak, Tlogosari Kulon, hingga Mlatiharjo terlihat bersih dan warganya guyub. Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan kota kita," pungkasnya. (*)