KONTENSEMARANG.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pelaksanaan SPMB Jateng untuk tahun ajaran 2026/2027 berjalan lancar. Kepastian itu diperoleh setelah dirinya melakukan pemantauan langsung terhadap proses penerimaan siswa baru di sejumlah titik pelayanan pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi mendatangi Posko SPMB Jateng 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta SMA Negeri 3 Semarang. Dari hasil pemantauan tersebut, proses penerimaan peserta didik baru berlangsung tanpa kendala berarti dan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
Menurut Ahmad Luthfi, sejumlah kendala yang muncul selama proses pendaftaran umumnya berkaitan dengan penggunaan aplikasi oleh calon peserta didik maupun orang tua atau wali murid. Namun, berbagai persoalan tersebut dapat segera diatasi berkat bantuan dan pendampingan dari petugas yang berjaga di lokasi.
"Rata-rata tidak bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tapi sudah kita bantu semuanya," jelas Luthfi di sela-sela pemantauan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama proses penerimaan berlangsung. Meskipun bertepatan dengan hari Sabtu yang umumnya merupakan hari libur, para petugas tetap menjalankan tugas untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.
Kondisi serupa juga ditemui di SMA Negeri 3 Semarang. Saat melakukan peninjauan, Ahmad Luthfi melihat para guru tetap bersiaga di sekolah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan terkait proses pendaftaran.
Menurutnya, pelayanan maksimal kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru. Ia menegaskan bahwa para siswa yang mengikuti proses seleksi merupakan aset penting bagi pembangunan Jawa Tengah di masa depan.
"Ini salah satu bentuk pelayanan kita, agar anak-anak yang mendaftar SMA ini bisa memilih dan memilah. Mereka itu merupakan aset bagi provinsi di akan datang," kata Luthfi.
Dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru 2026, Ahmad Luthfi kembali mengingatkan pentingnya integritas melalui slogan "No Titip-titip, No Jastip". Ia menegaskan seluruh tahapan seleksi harus berjalan profesional dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon peserta didik.
Komitmen tersebut didukung dengan ketentuan jalur dan kuota penerimaan yang telah ditetapkan sejak awal. Pada jenjang SMA Negeri, kuota penerimaan terdiri atas jalur domisili sebesar 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.