KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menginisiasi gerakan kemanusiaan Kota Semarang Peduli sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gerakan tersebut resmi diluncurkan di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (18/8) malam.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak penggalangan dana dibuka. Donasi yang dihimpun melalui QRIS Kota Semarang Peduli bahkan dalam waktu singkat mencapai Rp91 juta.
Agustina mengapresiasi kepedulian masyarakat yang turut menyumbangkan sebagian rezekinya. Menurutnya, aksi kemanusiaan tersebut dapat dilakukan siapa saja tanpa harus menunggu memiliki dana dalam jumlah besar.
Bahkan, sejumlah pengemudi ojek daring turut menyisihkan penghasilannya untuk membantu korban bencana.
“Ternyata untuk membantu sesama yang sedang kesusahan tidak perlu menunggu punya banyak uang. Berapa pun diterima, tidak ada minimal. Ini adalah bentuk rasa cinta kita kepada tanah air, bangsa, dan negara,” ujar Agustina.
Penggalangan dana melalui gerakan Kota Semarang Peduli akan berlangsung selama tujuh hari, terhitung sejak Selasa (18/8) hingga Senin (24/8) pukul 23.59 WIB.
Wali Kota mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut.
“Kita sebagai warga Kota Semarang menginisiasi adanya donasi terbuka bagi warga Kota Semarang yang belum sempat menyampaikan dukungan dan sumbangannya,” katanya.
Donasi dikumpulkan melalui QRIS resmi bertajuk “Kota Semarang Peduli”. Setelah periode penggalangan berakhir, rekening khusus tersebut akan ditutup.
Seluruh dana yang terkumpul kemudian disalurkan ke rekening resmi penanggulangan bencana di NTT melalui Bank Jateng.
"Rekening ini dibuka khusus untuk bantuan bencana di NTT dan hanya berlaku sampai tanggal 24. Kami sudah meminta Bank Jateng langsung mentransfer seluruh dana terkumpul ke rekening resmi bencana NTT, setelah itu rekening donasi ini resmi ditutup," jelas Agustina.
Gerakan tersebut digelar sebagai respons atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada Sabtu (15/8).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (18/8), gempa tersebut mengakibatkan 70 orang meninggal dunia, 1.182 orang mengalami luka-luka, serta 40.040 warga harus mengungsi.
Agustina turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia berharap bantuan yang dihimpun masyarakat Semarang dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana di NTT.
“Semoga apa yang kita lakukan bersama ini dapat membantu saudara-saudara kita di NTT. Ini juga menjadi bentuk bahwa di tengah momentum kemerdekaan, rasa persatuan dan kepedulian kita tetap kuat,” pungkasnya.
Aksi solidaritas tersebut berlangsung dalam suasana hangat pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dihadiri ribuan warga dan jajaran Forkopimda Kota Semarang. Penyanyi Judika turut tampil menghibur masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Judika telah diagendakan beberapa bulan sebelumnya, sebelum munculnya berbagai kebijakan maupun peristiwa terbaru yang terjadi belakangan ini. (*)