Disdag Kota Semarang Siapkan Relokasi Pedagang Usai Kebakaran Pasar Kanjengan

Disdag Kota Semarang Siapkan Relokasi Pedagang Usai Kebakaran Pasar Kanjengan
Disdag Kota Semarang Siapkan Relokasi Pedagang Usai Kebakaran Pasar Kanjengan

KONTENSEMARANG.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang mulai melakukan pembersihan area bekas kebakaran Pasar Kanjengan melalui kerja bakti bersama pada Jumat, 8 Mei 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan personel dari Polsek Semarang Tengah, Koramil Semarang Tengah, linmas, hingga para pedagang terdampak.

Sebuah alat berat turut diterjunkan untuk membantu membersihkan puing dan sampah sisa kebakaran.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan proses pembersihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak.

Selain membersihkan area pasar, Disdag juga menyalurkan bantuan sembako kepada pedagang korban kebakaran.

Pada tahap awal, sebanyak 87 paket bantuan telah dibagikan dan sisanya akan disalurkan secara bertahap.

“Bu Wali perintahkan untuk hadir dan membantu semaksimal mungkin bagi pedagang terdampak. Dari 468 pedagang korban kebakaran saat ini baru 87 pake sembako yang dibagikan, nanti sisanya menyusul kami lakukan bertahap,” kata Aniceto di lokasi.

Terkait relokasi pedagang, Disdag menawarkan sejumlah kios kosong di Pasar Kanjengan Baru, khususnya di lantai 2, 3, dan 4.

Namun, pihaknya memastikan tidak akan memaksa pedagang untuk menempati lokasi tertentu.

“Saya tidak mau memaksakan kehendak, kita tawarkan ke mereka nyaman di mana, karena jika tidak nyaman takut tidak laku. Sejauh ini saya minta ke lantai 4, tapi mereka takut sepi ya sudah tidak kita paksakan. Maka mereka minta apa sebagai pemerintah kita fasilitasi,” ujarnya.

Menurut Aniceto, sebagian pedagang mengusulkan agar dapat menempati area belakang Pasar Kanjengan Baru atau bagian luar gedung sebagai lokasi sementara berjualan.

Pemerintah, lanjutnya, akan memfasilitasi kebutuhan tempat tersebut, sementara pembangunan lapak nantinya dilakukan secara swadaya oleh pedagang.

“Kita ada beberapa tempat yang memungkinkan, salah satunya di belakang Pasar Kanjengan baru di dekat tempat parkir. Saya minta mereka ukur dan dibagi sendiri ada berapa pedagang nanti kita fasilitasi. Mereka tidak menunggu APBD, mereka akan membangun swadaya,” terangnya.

Selain relokasi, Pemkot Semarang juga menyiapkan bantuan permodalan bagi pedagang terdampak melalui program Kredit Wibawa sesuai arahan wali kota.

“Selama mereka mau mengajukan kredit tersebut akan kita fasilitasi jadi kita buatkan rekomendasi,” tuturnya.

Aniceto menambahkan, area bekas kebakaran nantinya akan ditutup sementara setelah proses pembersihan selesai.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya pedagang liar maupun parkir ilegal di lokasi tersebut.

“Lokasi ini kita tutup, kita buatkan plang dilarang ada PKL dan parkir di sini takutnya rebutan lahan. Karena konsep ke depan tempat ini untuk apa belum tahu nanti saya laporan dulu ke bu wali,” pungkasnya. (*)