KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang membuka 19 peluang investasi melalui pengembangan aset milik pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam Semarang Business Forum (Sembiz) 2026.
Penawaran ini ditujukan kepada dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kemitraan bisnis.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan peluang tersebut dalam kegiatan Sembiz 2026 di Suri Ballroom Queen City.
Dari total 19 proyek yang ditawarkan, delapan di antaranya telah memiliki model keuangan dan prastudi, sedangkan 11 lainnya masih dalam tahap awal pengembangan.
Peluang investasi mencakup sejumlah sektor, seperti logistik, distribusi, penyimpanan pangan, ekonomi digital, hingga pariwisata dan rekreasi.
Agustina mengatakan, Pemkot Semarang berupaya mempertemukan aset daerah dengan dukungan modal, teknologi, keahlian, dan jaringan pasar dari kalangan pengusaha.
“Kami ingin mempertemukan aset yang tersedia dengan keahlian teknologi, modal, dan jaringan pasar yang dimiliki oleh dunia usaha,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Sejumlah proyek yang ditawarkan memiliki kebutuhan investasi bernilai besar. Salah satunya pembangunan Urban Consolidation Center (UCC) Terboyo di Kecamatan Genuk, dengan estimasi investasi Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar.
Pemkot Semarang juga membuka peluang pembangunan fasilitas penyimpanan dingin atau *cold storage* di Bangetayu dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 52 miliar.
Di sektor digital, pengembangan pusat data di Tambakharjo menjadi salah satu peluang dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp 101 miliar.
Sementara itu, sektor pariwisata dan rekreasi menawarkan pengembangan sejumlah destinasi, seperti Semarang Zoo, Taman Lele, Taman Lalu Lintas, serta kawasan HOS Cokroaminoto/Gajah Mada.
Agustina menjelaskan, peluang tersebut disesuaikan dengan potensi Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa. Letaknya yang strategis di jalur Pantura dan Tol Trans-Jawa turut mendukung pengembangan berbagai kegiatan usaha.
Konektivitas melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, dan Stasiun Tawang juga menjadi keunggulan untuk menunjang mobilitas orang maupun distribusi barang.
“Investasi di Kota Semarang tidak hanya pembangunan pabrik, tidak hanya pembangunan berbagai macam titik-titik untuk produksi barang, tetapi juga menawarkan investasi di bidang perdagangan dan jasa,” katanya.
Kinerja ekonomi Semarang menjadi salah satu modal untuk menarik investor. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota ini tercatat sebesar Rp 280,05 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,49 persen.
Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp 11,15 triliun, melampaui target Rp 11 triliun. Capaian tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan sekitar 59.600 tenaga kerja.
Pemkot Semarang berupaya memastikan pertumbuhan investasi turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal. Salah satu upayanya dilakukan melalui platform Waras Ekonomi yang menghubungkan UMKM dengan peluang kemitraan dan akses pasar.
Hingga awal Oktober 2026, platform tersebut telah mencatat 1.038 akun UMKM, dengan 609 akun di antaranya terverifikasi. Sebanyak 149 pelaku usaha juga telah memiliki produk tetap, melengkapi verifikasi, dan siap menjalin kerja sama.
Pemkot mendorong UMKM menjalin kemitraan dengan sektor perhotelan, restoran, ritel modern, dan pusat perbelanjaan. Dengan demikian, kebutuhan pengadaan barang dari berbagai sektor dapat menjadi peluang bagi produk lokal untuk memperluas pemasaran.
“Ke depan Waras Ekonomi kami arahkan dari single platform menuju single ecosystem yang menghubungkan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, kemitraan, dan perluasan pasar,” ujar Agustina.
Selain perdagangan dan jasa, pariwisata menjadi sektor potensial yang ditawarkan kepada investor. Sepanjang 2025, Kota Semarang mencatat 8.971.530 kunjungan wisatawan.
Potensi tersebut didukung beragam daya tarik, mulai dari kawasan bersejarah, wisata kuliner, penyelenggaraan acara, hingga industri film yang turut memperkenalkan Semarang kepada masyarakat luas.
Untuk memudahkan calon investor menjajaki peluang usaha, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang menyediakan layanan informasi aset, peninjauan lokasi secara virtual, serta fasilitasi koordinasi dengan perangkat daerah dan BUMD.
Pendampingan proses perizinan juga disiapkan melalui platform yang tersedia agar calon investor dapat memahami tahapan pengembangan usaha.
Agustina mengajak dunia usaha mempelajari berbagai peluang yang ditawarkan dan menjajaki bentuk kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing.
“Lihatlah Kota Semarang bukan hanya sebagai pasar potensial, namun juga sebagai mitra untuk membangun bisnis dan membuka jejaring baru,” pungkasnya. (*)