Sementara itu, sektor pariwisata dan rekreasi menawarkan pengembangan sejumlah destinasi, seperti Semarang Zoo, Taman Lele, Taman Lalu Lintas, serta kawasan HOS Cokroaminoto/Gajah Mada.
Agustina menjelaskan, peluang tersebut disesuaikan dengan potensi Semarang sebagai pusat perdagangan dan jasa. Letaknya yang strategis di jalur Pantura dan Tol Trans-Jawa turut mendukung pengembangan berbagai kegiatan usaha.
Konektivitas melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, dan Stasiun Tawang juga menjadi keunggulan untuk menunjang mobilitas orang maupun distribusi barang.
“Investasi di Kota Semarang tidak hanya pembangunan pabrik, tidak hanya pembangunan berbagai macam titik-titik untuk produksi barang, tetapi juga menawarkan investasi di bidang perdagangan dan jasa,” katanya.
Kinerja ekonomi Semarang menjadi salah satu modal untuk menarik investor. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota ini tercatat sebesar Rp 280,05 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,49 persen.
Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp 11,15 triliun, melampaui target Rp 11 triliun. Capaian tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan sekitar 59.600 tenaga kerja.
Pemkot Semarang berupaya memastikan pertumbuhan investasi turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal. Salah satu upayanya dilakukan melalui platform Waras Ekonomi yang menghubungkan UMKM dengan peluang kemitraan dan akses pasar.
Hingga awal Oktober 2026, platform tersebut telah mencatat 1.038 akun UMKM, dengan 609 akun di antaranya terverifikasi. Sebanyak 149 pelaku usaha juga telah memiliki produk tetap, melengkapi verifikasi, dan siap menjalin kerja sama.
Pemkot mendorong UMKM menjalin kemitraan dengan sektor perhotelan, restoran, ritel modern, dan pusat perbelanjaan. Dengan demikian, kebutuhan pengadaan barang dari berbagai sektor dapat menjadi peluang bagi produk lokal untuk memperluas pemasaran.
“Ke depan Waras Ekonomi kami arahkan dari single platform menuju single ecosystem yang menghubungkan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, kemitraan, dan perluasan pasar,” ujar Agustina.