Forwakot dan Wali Kota Semarang Luncurkan Lawang Sewu Short Film Festival 2026
KONTENSEMARANG.COM – Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menggelar coffee morning yang dirangkai dengan peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival 2026 di Gedung Oud De Trap, Kawasan Kota Lama Semarang, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh interaksi. Acara ini menjadi wadah kolaborasi antara insan pers, pemerintah, pelaku seni, dan kalangan pelajar untuk mendorong lahirnya kreativitas generasi muda melalui film pendek yang mengangkat budaya serta kehidupan masyarakat Kota Semarang.
Dalam agenda tersebut, turut ditayangkan film pendek karya pelajar SMKN 4 Semarang yang sebelumnya meraih gelar juara Lawang Sewu Short Film Festival 2025.
Karya tersebut mendapatkan apresiasi dari para tamu undangan karena dinilai berhasil menampilkan perspektif kreatif sekaligus memperkenalkan potret Kota Semarang lewat karya sinematik generasi muda.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Forum Wartawan Balaikota Semarang yang dinilai mampu membuka ruang komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan media.
“Ini diinisiasi pertama kali oleh teman-teman media, saya terima kasih sekali. Di tengah ketatnya dunia informatika dan ramainya Kota Semarang, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk membangun kolaborasi,” ujar Agustina.
Pada kesempatan itu, Agustina juga memaparkan sejumlah fokus program Pemerintah Kota Semarang yang meliputi ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, serta penguatan sinergi lintas sektor.
Menurutnya, bantuan Rp25 juta untuk setiap RT yang telah berjalan akan terus diarahkan guna mendukung pembangunan berbasis lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
“Saya minta kemuatannya mengikuti program tahunan. Dari Rp25 juta itu digunakan untuk menyelaraskan program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan lingkungan hidup,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa isu lingkungan hidup mencakup berbagai aspek yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, penataan kawasan, hingga pengawasan lingkungan di sekitar kawasan industri.
“Lingkungan hidup itu banyak sekali. Bisa soal pengelolaan sampah, saluran air, sampai menjaga kawasan lingkungan tetap sesuai dan nyaman untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Agustina menekankan bahwa ketahanan pangan menjadi agenda penting yang memerlukan keterlibatan seluruh lapisan, baik pemerintah maupun masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan urusan yang tidak hanya bisa diselesaikan di tingkat kecil di RT, tetapi membutuhkan dukungan kebijakan dari tingkat atas sampai bawah,” ungkapnya.
Agustina juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan Kota Semarang, termasuk penyesuaian regulasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota.
Kegiatan coffee morning ditutup dengan dialog santai yang mempertemukan wartawan, jajaran pemerintah kota, komunitas kreatif, dan pelajar.
Peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival 2026 diharapkan dapat menjadi ruang lahirnya karya film pendek yang mampu mengangkat budaya, sejarah, dan dinamika sosial Kota Semarang ke tingkat yang lebih luas. (*)
redaksi