Nawal Yasin Ajak Pengrajin Tingkatkan Inovasi untuk Perkuat Dominasi Batik Jateng
KONTENSEMARANG.COM — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak para pengrajin untuk terus memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai pusat produksi batik nasional.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gemas Sanloka (Gerakan Memasyarakatkan Sandang Lokal Beretika) yang digelar TP PKK Kota Salatiga di Jalan Tentara Pelajar, Sabtu (4/4/2026) malam.
Nawal menilai batik sebagai bagian dari wastra nusantara yang menjadi kekuatan utama Jawa Tengah, baik di tingkat nasional maupun global.
Berdasarkan data Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian, pada 2024 Jawa Tengah memiliki 2.299 unit produsen batik, jauh lebih banyak dibandingkan provinsi lain seperti Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Ia menekankan bahwa potensi tersebut harus dijaga bersama sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
Selain itu, pengrajin juga didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi, termasuk mengembangkan busana siap pakai (ready to wear).
"Untuk meningkatkan nilai jualnya, kita bisa meningkatkan dengan bagaimana kainnya ini menjadi ready to wear. Sehingga, pelatihan-pelatihan ready to wear sangat dibutuhkan untuk saat ini," imbuh Nawal.
Dalam kegiatan tersebut, Nawal turut menyaksikan parade busana yang melibatkan istri kepala Forkopimda, pimpinan OPD perempuan Pemkot Salatiga, serta siswi Yayasan Kemakmuran Rejeki SMK Kristen Kota Salatiga.
Para peserta tampil memperagakan beragam wastra unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, busana yang ditampilkan merupakan hasil karya pelajar SMK dan pengrajin lokal.
Nawal pun mengapresiasi inovasi TP PKK Kota Salatiga yang tidak hanya menghadirkan peragaan busana, tetapi juga melibatkan sekitar 54 pelaku UMKM.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang mendorong UMKM sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi penggerak ekonomi di Kota Salatiga. Saya ucapkan selamat, karena meskipun dipersiapkan dalam waktu dua pekan, kegiatan ini mampu menyajikan padu padan wastra lokal yang sustainable,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan Gemas Sanloka bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai produk sandang lokal.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa kain tradisional kita, baik itu batik, tenun, maupun lurik, bukan sekadar kain tua. Kami berharap masyarakat Salatiga dapat mencintai dan melestarikan warisan budaya nusantara, serta menghargai apa yang lahir dari bumi sendiri," harapnya. (*)
redaksi