PKM Magister Psikologi USM Tingkatkan Kesehatan Mental ASN DLH Semarang lewat Mindfulness

PKM Magister Psikologi USM Tingkatkan Kesehatan Mental ASN DLH Semarang lewat Mindfulness
PKM Magister Psikologi USM Tingkatkan Kesehatan Mental ASN DLH Semarang lewat Mindfulness

KONTENSEMARANG.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Magister Psikologi menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk “Manajemen Stres dan Kesehatan Mental di Tempat Kerja melalui Mindfulness Breathing” pada Rabu, 15 April 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang dan diikuti oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan pegawai dalam mengelola stres kerja serta menjaga kesehatan mental di lingkungan profesional.

Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya tekanan kerja yang berpotensi memicu stres, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja dan kesejahteraan psikologis individu.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kombinasi metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung.

Tiga narasumber yang ahli di bidangnya turut hadir untuk menyampaikan materi.

Tim PKM USM dipimpin oleh Dr. Dra. Arumwardhani Nusandari, M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Dra. Hardani Widhiastuti, M.M., Psikolog, dan Dr. Mulya Virgonita I Winta, S.Psi., M.Si., Psikolog.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Magister Psikologi, yakni Futihatul Hilmi, S.Psi., dan Hari Sutopo, S.Th.

Materi pertama membahas manajemen stres dengan menekankan pentingnya kemampuan individu dalam mengenali sumber stres serta menerapkan strategi adaptif untuk mengatasinya.

Pada sesi kedua, peserta mendapatkan wawasan mengenai kesehatan mental di tempat kerja, termasuk peran dukungan organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara psikologis.

Sesi ketiga menjadi bagian paling praktis, yakni latihan teknik pernapasan mindfulness.

Dalam sesi ini, peserta diajak mempraktikkan teknik sederhana yang efektif untuk meredakan ketegangan, meningkatkan konsentrasi, serta membantu pengelolaan emosi.

Sepanjang kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari keaktifan dalam diskusi serta keterlibatan dalam sesi praktik.

Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta juga menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini.

Melalui program ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak positif pada kinerja pegawai.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek kesehatan mental di sektor publik. (*)