Data tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program penanganan TB, terutama pada aspek pencegahan penularan dan penemuan kasus sejak dini.
Sumarno menekankan bahwa masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien tuberkulosis perlu mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan upaya pencegahan.
Pemeriksaan terhadap kelompok tersebut menjadi bagian dari langkah mendeteksi kemungkinan penularan sebelum kondisi penyakit berkembang lebih lanjut.
Selain memperluas penemuan kasus, pemerintah juga mendorong agar pemeriksaan diagnostik dan tindak lanjut pengobatan dilaksanakan melalui pelayanan yang saling terintegrasi.
Pemprov Jateng Integrasikan Skrining TB dengan Layanan Kesehatan
Dalam mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis di Jawa Tengah, pemerintah provinsi mendorong pengintegrasian program Active Case Finding (ACF) TB dengan layanan kesehatan primer.
Integrasi tersebut diarahkan untuk menyelaraskan berbagai tahapan pelayanan, mulai dari skrining awal, proses rujukan, pencatatan hasil pemeriksaan, hingga tindak lanjut terhadap pasien.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan penemuan kasus diharapkan dapat terhubung dengan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menjalankan sejumlah program pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat secara luas.
Salah satunya adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang hingga 12 Oktober 2026 tercatat telah melayani sebanyak 18,8 juta orang di Jawa Tengah.
Selain CKG, terdapat program Dokter Spesialis Keliling atau Speling yang dilaksanakan pemerintah provinsi untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.