Dengan demikian, penanganan TB tidak hanya dilaksanakan melalui pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas kesehatan, tetapi juga didukung partisipasi masyarakat dalam kegiatan pencegahan.
Pemprov Jawa Tengah berharap jumlah desa dan kelurahan yang terlibat dalam program tersebut dapat terus bertambah seiring penguatan upaya penanggulangan TB.
Hingga 9 Oktober 2026, tercatat 421 desa dan kelurahan telah berstatus Desa/Kelurahan Siaga TB dari keseluruhan 8.563 desa dan kelurahan di Jawa Tengah.
Pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota terus mendorong integrasi pelayanan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perluasan akses pemeriksaan diagnostik.
Penguatan koordinasi hingga tingkat desa diharapkan menjadi bagian dari langkah eliminasi TBC, dengan menempatkan pencegahan, penemuan kasus, dan pendampingan pengobatan sebagai perhatian bersama. (*)