Kontak Erat Pasien TB Perlu Mendapat Perhatian Pencegahan
Wakil Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa pelaksanaan pengobatan tuberkulosis di Indonesia telah berjalan cukup baik.
Namun, peningkatan pelayanan pengobatan tetap perlu diimbangi dengan langkah pencegahan agar risiko penularan dapat ditekan.
Salah satu perhatian yang disampaikan Benyamin adalah pemberian obat pencegahan bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB dan memenuhi indikasi medis.
Kelompok kontak erat menjadi sasaran penting dalam upaya penanggulangan karena memiliki riwayat kedekatan dengan penderita tuberkulosis.
Karena itu, pemeriksaan dan pemberian terapi pencegahan sesuai indikasi medis perlu menjadi bagian dari pelaksanaan program pengendalian TB.
“Kontak erat itu harus mendapatkan obat pencegahan,” ujarnya.
Penekanan tersebut sejalan dengan kebutuhan peningkatan cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jawa Tengah yang berdasarkan data hingga 9 Oktober 2026 masih mencapai 23,31 persen dari target 326.038 kasus.
Upaya pencegahan melalui pemeriksaan dan terapi menjadi salah satu bagian yang terus didorong pemerintah bersama pelayanan pengobatan bagi pasien yang telah terdiagnosis.
Cek Kesehatan Gratis dan Speling Dukung Perluasan Pelayanan
Benyamin juga menyoroti pentingnya program Cek Kesehatan Gratis dalam mendorong perubahan kebiasaan masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya, program tersebut diarahkan agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya dan tidak hanya melakukan pemeriksaan ketika sudah mengalami gangguan kesehatan.