Ahmad Luthfi Minta Koperasi Disesuaikan dengan Karakter Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya telah menekankan bahwa pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih perlu memperhatikan kondisi dan potensi ekonomi masing-masing wilayah.
Menurutnya, tidak seluruh koperasi harus menjalankan model usaha yang sama karena setiap daerah memiliki karakteristik serta kebutuhan masyarakat yang berbeda.
Ia menginginkan pengembangan koperasi dilakukan dengan mempertimbangkan kearifan lokal, termasuk jenis usaha dan hasil produksi yang menjadi potensi suatu daerah.
“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” kata Luthfi beberapa waktu yang lalu.
Arahan tersebut menegaskan pentingnya penyesuaian kegiatan usaha koperasi dengan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Koperasi diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan usaha masyarakat.
Melalui kegiatan pemasaran produk lokal, penguatan kemitraan, dan pendampingan tata kelola, pengembangan KDKMP diarahkan agar mampu menjalankan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Upaya ini juga berkaitan dengan tujuan pemerintah dalam mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Operasional Koperasi Terus Diperkuat
Dengan terbentuknya 8.523 KDKMP di Jawa Tengah, perhatian pemerintah kini juga diarahkan pada kesiapan operasional serta pengembangan kegiatan usaha koperasi.
Sebanyak 5.427 koperasi telah beroperasi, sedangkan 3.096 lainnya masih dalam tahap persiapan berdasarkan data per 12 Oktober 2026.