Konten Semarang
Semarang

Tiga Kelurahan Semarang Jadi Percontohan Kampung REDAM

Kampung REDAM hadir di tiga kelurahan Kota Semarang untuk menjaga rekonsiliasi, perdamaian, toleransi, dan perlindungan HAM bagi masyarakat.

Kampung REDAM hadir di tiga kelurahan Kota Semarang untuk menjaga rekonsiliasi, perdamaian, toleransi, dan perlindungan HAM bagi masyarakat.
Kampung REDAM hadir di tiga kelurahan Kota Semarang untuk menjaga rekonsiliasi, perdamaian, toleransi, dan perlindungan HAM bagi masyarakat.

KONTENSEMARANG.COM — Tiga kelurahan di Kota Semarang resmi ditetapkan sebagai proyek percontohan atau pilot project Kampung REDAM (Rekonsiliasi dan Perdamaian). Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut penetapan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.

Ketiga wilayah yang ditetapkan berada di Kota Semarang, yakni Kelurahan Bandarharjo, Kelurahan Kuningan, dan Kelurahan Ngaliyan. Penetapan dilakukan dalam peluncuran program Kampung REDAM secara serentak di Jalan Kampung Sleko, kawasan Menara Syahbandar, Kelurahan Bandarharjo, Rabu (30/9).

Agustina menilai keberagaman masyarakat harus terus dirawat melalui kehidupan kota yang damai dan rukun.

Menurutnya, suasana damai menjadi modal penting bagi Semarang yang berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa, dengan sektor pariwisata menjadi salah satu penggeraknya.

“Kami ingin menunjukkan kerja keras dari seluruh elemen masyarakat, semuanya menjaga. Kami berada pada sebuah kesadaran bahwa Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang titik beratnya ada di pariwisata. Hanya satu saja modalnya yaitu damai. Kalau tidak damai ruwet semua,” kata Agustina.

Ia mengatakan, kerukunan di tengah masyarakat yang beragam bukan sesuatu yang terbentuk secara instan. Kondisi tersebut merupakan hasil dari proses yang terus dijaga bersama oleh berbagai elemen masyarakat.

Menurut Agustina, salah satu hasil dari upaya menjaga kerukunan itu tercermin melalui penghargaan Harmony Award yang diterima Kota Semarang.

Kota Semarang meraih predikat terbaik pertama se-Indonesia untuk kategori Kinerja Pemerintah Daerah Tingkat Kota dalam mengelola kerukunan umat beragama.

“Hasilnya hari ini saya sebagai Wali Kota Semarang panen. Toleransi sudah terjaga. Kita mendapat penghargaan dalam ajang Harmony Award, terbaik pertama se-Indonesia, untuk kategori Kinerja Pemerintah Daerah Tingkat Kota dalam mengelola kerukunan umat beragama,” ujar Agustina.

Penetapan tiga kelurahan pilot project Kampung REDAM tersebut diharapkan semakin memperkuat kehidupan masyarakat yang menjunjung kerukunan, rekonsiliasi, dan perdamaian dari tingkat kelurahan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Selanjutnya

Pemkot Semarang Naikkan Anggaran Perjalanan Keagamaan 2026 Jadi Rp7,74 Miliar
Semarang • 01 Oktober 2026

Pemkot Semarang Naikkan Anggaran Perjalanan Keagamaan 2026 Jadi Rp7,74 Miliar

Rekomendasi Redaksi