Konten Semarang
Semarang

DLH Kota Semarang Ajarkan 282 Siswa Olah Sampah Organik

Outing class SMPN 21 Semarang di DLH diikuti 282 siswa. Mereka belajar memilah sampah, mengolah limbah organik dan menanam bibit pohon asam.

Ratusan siswa kelas VII SMPN 21 Semarang mengikuti kegiatan outing class untuk mempelajari pemilahan dan pengolahan sampah organik di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.
Ratusan siswa kelas VII SMPN 21 Semarang mengikuti kegiatan outing class untuk mempelajari pemilahan dan pengolahan sampah organik di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.

Di lingkungan rumah, peserta diharapkan mampu mempraktikkan materi yang telah diberikan sekaligus mengenalkannya kepada anggota keluarga.

Sementara di sekolah, siswa dapat berbagi pengalaman kepada teman maupun kakak kelas mengenai cara memilah dan memanfaatkan sampah organik.

"Ilmunya bisa dipraktikkan di rumah, diajarkan ke kakak -adik sehingga bisa bermanfaat. Atau di sekolah, ditularkan kepada teman atau kakak kelas juga, agar contoh praktik baik ini bisa diceritakan dan disebar kepada orang lain," lanjutnya.

Melalui pendekatan tersebut, kegiatan edukasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong penerapan kebiasaan menjaga lingkungan di tempat tinggal masing-masing.

Pemilahan Sampah di Sekolah Masih Perlu Ditingkatkan

Selain memperkenalkan metode pengolahan limbah, Safrinal turut mengingatkan pentingnya membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Menurut informasi yang diterimanya, SMPN 21 Semarang sebenarnya telah memiliki tempat sampah terpisah untuk sampah organik dan anorganik.

Namun, penerapan pemilahan tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan karena ditemukan adanya sampah yang tercampur meskipun sudah tersedia wadah berbeda.

Safrinal mencontohkan, tempat sampah berwarna hijau diperuntukkan bagi limbah organik, sedangkan tempat sampah kuning digunakan untuk sampah anorganik.

Dalam praktiknya, sampah seperti daun dan plastik masih dapat ditemukan bercampur dalam wadah yang seharusnya digunakan secara terpisah.

"Jadi meski warna tong sebenarnya sudah dibedakan yaitu hijau untuk sampah organik dan kuning untuk sampah anorganik tapi isinya masih bercampur antara sampah daun dan plastik misalnya. Sebab, dengan menjaga kebersihan, bisa membuat nyaman lingkungan sekolah, dan terhindar dari penyakit. Sehingga kami tekankan lagi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mulai di lingkungan sekitar, yaitu sekolah maupun rumah masing -masing," bebernya.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 5 dari 7

Artikel Selanjutnya

Agustina Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Pascaperceraian di Kota Semarang
Semarang • 20 Oktober 2026

Agustina Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Pascaperceraian di Kota Semarang

Rekomendasi Redaksi