KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong peningkatan literasi dan keterampilan komunikasi pelajar melalui kompetisi English Speech Contest bertema “Young Voices for Justice, Humanity, and Future Leadership”.
Ajang yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang ini diikuti 150 pelajar. Sebelum mengikuti seleksi, peserta memperoleh pembekalan melalui lokakarya di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang.
Kompetisi dilanjutkan dengan pengumpulan video pidato berbahasa Inggris, proses penjurian, dan pemilihan 10 peserta terbaik yang akan tampil di babak final. Final dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Semarang pada Selasa (27/10/2026).
Agustina menilai literasi penting untuk membantu pelajar memperluas pengetahuan, memahami berbagai persoalan, dan mengembangkan pemikiran kritis.
Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat dan membangun argumentasi secara terarah.
“Literasi menjadi bekal bagi pelajar untuk memahami berbagai persoalan dan mengembangkan cara berpikir kritis. Melalui English Speech Contest, pelajar juga belajar menyampaikan gagasan secara terstruktur, percaya diri, dan bertanggung jawab,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Peserta diwajibkan mengirimkan video pidato berbahasa Inggris paling lambat Jumat (23/10/2026) dengan menyertakan tagar #escaarpus2026.
Penilaian tahap awal dilakukan oleh juri dari Fakultas Bahasa Universitas Stikubank Semarang. Dari seluruh peserta, 10 pelajar terbaik akan dipilih untuk melanjutkan kompetisi ke babak final. Pengumuman finalis dijadwalkan pada Minggu (25/10/2026).
Pada babak final, para peserta akan berpidato secara langsung di Balai Kota Semarang. Mereka dinilai berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris, penguasaan materi, kekuatan argumentasi, dan kepercayaan diri saat tampil di depan audiens.
Dari 10 finalis tersebut, enam peserta akan ditetapkan sebagai juara.
Sebelum mengikuti kompetisi, para pelajar mendapatkan pembekalan mengenai teknik berbicara di depan umum, penyusunan argumen, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta penggunaan bahasa tubuh.
Materi workshop juga mencakup wawasan tentang hukum, etika, kepemimpinan, dan pembentukan karakter yang sesuai dengan tema perlombaan.
Pembekalan ini bertujuan membantu peserta menyampaikan gagasan secara lancar, logis, dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, kemampuan yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada penguasaan bahasa, tetapi juga pemahaman terhadap isu yang disampaikan.
Melalui English Speech Contest, Pemerintah Kota Semarang berupaya menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan komunikasi sekaligus memperluas wawasan.
Kemampuan literasi dan berbicara dinilai penting agar generasi muda dapat menyaring informasi, menyusun pendapat, serta menyampaikan gagasan secara sistematis.
Agustina berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut mampu menjadi bekal bagi pelajar untuk berpartisipasi aktif di tengah masyarakat.
Ia juga berharap lahir generasi penerus yang berwawasan luas, peduli terhadap sesama, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)