Sebelum mengikuti kompetisi, para pelajar mendapatkan pembekalan mengenai teknik berbicara di depan umum, penyusunan argumen, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta penggunaan bahasa tubuh.
Materi workshop juga mencakup wawasan tentang hukum, etika, kepemimpinan, dan pembentukan karakter yang sesuai dengan tema perlombaan.
Pembekalan ini bertujuan membantu peserta menyampaikan gagasan secara lancar, logis, dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, kemampuan yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada penguasaan bahasa, tetapi juga pemahaman terhadap isu yang disampaikan.
Melalui English Speech Contest, Pemerintah Kota Semarang berupaya menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan komunikasi sekaligus memperluas wawasan.
Kemampuan literasi dan berbicara dinilai penting agar generasi muda dapat menyaring informasi, menyusun pendapat, serta menyampaikan gagasan secara sistematis.
Agustina berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut mampu menjadi bekal bagi pelajar untuk berpartisipasi aktif di tengah masyarakat.
Ia juga berharap lahir generasi penerus yang berwawasan luas, peduli terhadap sesama, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)